BACA JUGA : Fadilah Puasa Akan Sia-Sia
Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, sejak hujan deras yang terjadi Selasa, 28 Maret kemarin, mulai ada banjir luapan air irigasi di Dusun Kerajan, Desa Jeruk Soksok. Hal itu disebabkan Tanggul Sekajung jebol. Bahkan, tinggi air yang sampai ke permukiman warga mencapai 70 sentimeter atau sepinggul orang dewasa. Tak hanya itu, lingkungan ponpes juga turut banjir.
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, kemarin pagi (29/3), petugas bersama warga mulai bergotong royong untuk membersihkan sisa material banjir. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah pakaian santri ikut terbawa arus. Selain itu, sejumlah buku dan kitab juga banyak yang basah.
Pengasuh Ponpes Nurul Falah, Zainul Mukmin, mengatakan, sebelum kejadian wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Mengakibatkan sungai yang tidak jauh dari ponpes meluap. Serta terdapat longsoran yang menyumbat saluran. Hal itu membuat air mengarah ke area pondok, karena gorong-gorongnya tidak mampu menampung.
Melihat air yang menggenang cukup tinggi, tanggul saluran irigasi yang berada di sekitar pondok terpaksa harus dijebol oleh masyarakat. Sebab, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat pada 2020 lalu pernah diterjang banjir dan menyebabkan korban jiwa. “Tinggi air setengah meter lebih,” imbuhnya.
Sementara itu, Dadan Kurniawan, Kalaksa BPBD Bondowoso, mengatakan, saat ini area yang tergenang banjir, termasuk ponpes dan rumah warga, sudah dibersihkan. Kemudian, saluran irigasi yang dijebol warga juga akan segera dibangun ulang. “Ada beberapa saluran yang informasi dijebol,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Damkar Satpol PP Bondowoso Martanto Budi Santuso mengatakan, sebanyak dua unit pemadam kebakaran sengaja diturunkan untuk membersihkan material lumpur. “Kami membawa dua armada, dan satu mobil penyemprot, serta satu mobil rescue,” pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri