BACA JUGA : Perempat Final Swiss Open, Putri KW Kalahkan Juara Dunia Rubber Game
Kejadian itu terjadi sekitar pukul 16.00. Plengsengan yang tampak kokoh tersebut ambrol sekitar panjang 35 meter dan lebar 6 meter. Sementara, tinggi plengsengan yang ambrol mencapai 15 meter. Meskipun tidak ada korban jiwa, separuh Jembatan Ki Ronggo berstatus bahaya karena mengalami retakan. Bahkan, Jembatan Ki Ronggo tersebut ditutup setengah.
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, penyebab utama longsor di kawasan wisata kuliner Jembatan Ki Ronggo, karena derasnya air sungai yang datang dari hulu, yakni Pegunungan Argopuro. "Karena memang hujannya sangat deras, ya. Ditambah dengan durasi yang sangat lama, sehingga volume air yang tiba-tiba besar menyebabkan dinding penahan tanah ambrol," katanya.
Bangunan yang ambrol itu selama ini berfungsi sebagai penahan dinding tanah. Sementara di atasnya banyak aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Akibat peristiwa itu, UMKM yang berjualan juga cukup waswas. Apalagi terjadi retakan pada jembatan tersebut. "Sejauh ini, kami hanya memberikan garis pembatas di titik kejadian dan di jembatan, agar pengendara maupun masyarakat lebih berhati-hati," terangnya.
Menurutnya, atas kejadian itu kerugian negara belum dapat ditaksir. Pihaknya mengaku masih akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso. "Ini kan milik pemerintah, kami masih akan koordinasi lebih lanjut ke pihak yang berwenang," pungkasnya. (mun/c2/dwi) Editor : Safitri