Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Caca, Atlet Panahan Pemula yang Kerap Dulang Medali

Safitri • Sabtu, 25 Februari 2023 | 20:12 WIB
TERKENDALA: Karena masih sering terjadi hujan deras, pengusaha genting alami kesulitan. Ditambah sulitnya mendapatkan solar.
TERKENDALA: Karena masih sering terjadi hujan deras, pengusaha genting alami kesulitan. Ditambah sulitnya mendapatkan solar.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - “Satu, dua, tiga”, suara tersebut terdengar jelas dari seorang pria memberikan instruksi memanah kepada seorang anak. Anak perempuan tersebut terlihat serius mengikuti instruksi yang diberikan. Busur panah pun ditarik dengan kuat, matanya fokus pada satu arah yang sudah ditentukan. Setelah selesai membidik, anak panah tersebut dilepas dan melesat ke arah target.

BACA JUGA : Anggota DPR Apresiasi Kontribusi BRI ke Negara Semakin Besar

Anak perempuan itu bernama Geisha Afra Amanda Putri Laksono atau lebih akrab dipanggil Caca. Dia sedang berlatih bersama ayahnya, Tri Arso Laksono, yang merupakan anggota TNI. Di tengah kesibukannya, Tri Arso selalu menyempatkan diri untuk mengajari dan memberikan semangat kepada putrinya. Dengan harapan, putrinya bisa terus berkembang dan akhirnya menjadi atlet profesional yang dibanggakan.

Caca mengawali karirnya dalam dunia panahan sejak masuk ke bangku SMP. Kemudian, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler panahan di sekolahnya. “Awalnya cuma coba-coba, lama-lama tertarik. Ya, akhirnya kami dukung sekalian,” kata Tri Arso Laksono.

Sejak tertarik dengan panahan, menurut Tri Arso, anaknya setiap pulang sekolah selalu ingin berlatih. Melihat semangat tersebut, sebagai orang tua, dia terus memberikan support dan semangat. Sebab, bentuk dukungan adalah cara untuk mengembalikan mental yang down.

Perempuan yang masih duduk di kelas VII SMP 1 Bondowoso mengaku, ada rasa yang menyenangkan dan tertantang saat bermain panahan. “Kalau busur tidak sesuai target itu membuat tertantang, ingin terus berlatih. Kalau tepat sasaran, ada rasa yang sangat menyenangkan,” paparnya.

Meski memiliki semangat cukup tinggi, Caca ternyata juga sempat berniat berhenti bermain panahan. Sebab, tubuhnya mengalami sakit akibat latihan terus-menerus. Kemudian, dalam beberapa waktu, busur panah yang digunakan juga sempat patah. Sementara, satu pemanah hanya bisa memakai satu busur, karena harus diukur sebelumnya.

Namun, berkat dukungan dan semangat dari pelatih dan orang tuanya, Caca mampu melewati berbagai masa sulit. Dirinya terus berlatih, kemudian dalam satu kesempatan memutuskan untuk mengikuti perlombaan untuk kategori pemula.

Kejuaraan panahan pertama yang diikutinya dilaksanakan di Situbondo. Hasilnya terbilang cukup baik. Dia berhasil meraih medali perunggu. “Sempat grogi dulu,” ucap Caca.

Setelah melewati masa tersebut, Caca kemudian memutuskan untuk kembali mengikuti perlombaan. Kompetisi kedua berada di Pasuruan, mempertemukan atlet panahan pemula se-Jatim. Tak disangka, dia berhasil membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak. Kemudian terbaru, dia mengikuti kejuaraan panahan di Lumajang. Hasilnya, Caca berhasil membawa pulang empat medali emas. “Saat di Lumajang sempat down juga, karena sasaran lebih kecil,” ujar Tri Arso, orang tua Caca.

Melihat prestasi yang berhasil ditorehkan oleh anaknya, Tri Arso mengaku akan lebih mendukung untuk ke depannya. Termasuk melengkapi kebutuhan yang diperlukan oleh Caca. Bahkan sudah disediakan busur panah compound. Padahal Caca masih pada tahap pemula atau menggunakan paralon. “Semoga nanti bisa ikut Porprov dan menjadi atlet profesional,” pungkasnya. (c2/dwi) Editor : Safitri
#Panahan #Bondowoso