Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Apa Yakin Bisa Dapat Tujuh Medali Emas Lagi?

Safitri • Rabu, 22 Februari 2023 | 17:07 WIB
DULANG PRESTASI: Salah satu pemain sepak bola putri Bondowoso (biru) ketika bersaing dengan kabupaten lain dalam Porprov Jatim VII 2022 dan mendapatkan medali perak.
DULANG PRESTASI: Salah satu pemain sepak bola putri Bondowoso (biru) ketika bersaing dengan kabupaten lain dalam Porprov Jatim VII 2022 dan mendapatkan medali perak.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, pada Porprov VII yang dilaksanakan pada 2022 lalu, kontingen Kota Tape berhasil mengumpulkan tujuh medali emas, lima medali perak, dan 15 medali perunggu. Sementara, pada Porprov 2019 lalu, hanya berhasil mengumpulkan dua medali perak dan empat medali perunggu.

BACA JUGA : Harga Pakan Mulai Naik, Peternak Lele Risau

Ketua KONI Bondowoso Noer Soetjahjono menyampaikan, pada tahun ini pihaknya mendapat alokasi anggaran sebanyak Rp 1,5 miliar. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, maka mengalami penurunan cukup drastis. Sebab, jumlah dana yang diberikan sebelumnya mencapai Rp 2,5 miliar. “Akhirnya dicukup-cukupkan. Satu miliar untuk kegiatan rutin, sisanya untuk Porprov,” terangnya. Berarti bisa disimpulkan, anggaran Porprov 2023 dari KONI Bondowoso hanya Rp 500 juta, karena Rp 1 miliar dipakai untuk kegiatan rutin dalam satu tahun.

Hal tersebut membuat atlet yang akan dikirim ke Porprov VIII diperkirakan akan lebih sedikit. Sebab, kemampuan anggaran masih sangat minim. Apalagi Bondowoso tidak menjadi tuan rumah Porprov seperti tahun 2022. Bermain di luar daerah dianggap membutuhkan lebih banyak biaya bagi para atlet maupun ofisial. “Masih akan kami rapatkan dengan unsur pimpinan di KONI dan semua cabor,” katanya.

Dari 26 cabang olahraga yang ada, diperkirakan tidak semua cabor akan berangkat. Proses seleksi atlet juga akan diperketat lagi. Agar atlet yang dikirim mampu membawa pulang medali. Namun, terkait berapa atlet yang akan dikirim ke Porprov Jatim 2023, masih menunggu rapat antar semua pihak. “Kalau dikira tidak dapat medali, tidak dikirim. Apa pun yang terjadi sudah,” tegasnya.

Dalam hitungan kasar KONI Bondowoso, Noer mengatakan, maksimal atlet dan ofisial yang akan berangkat hanya 78 orang. Jumlah tersebut tentu saja jauh dibandingkan pada gelaran Porprov 2022 lalu, ketika KONI Bondowoso mengirimkan 300 orang lebih. Baik atlet maupun ofisial.

Dikonfirmasi terkait upaya mengajukan anggaran kembali, Noer mengaku pesimistis akan mendapat tambahan anggaran di perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (PAPBD). Menurutnya, tahun ini anggaran daerah juga difokuskan untuk kegiatan Pilkada 2024. Oleh sebab itu, dia menjelaskan, akan menggunakan anggaran yang ada dengan maksimal. Mengingat reward atlet berprestasi juga akan diambil dari anggaran tersebut. “Tahun kemarin, anggaran kami habis untuk reward,” pungkasnya. (c2/dwi)



Ketua Cabor Dibuat Ketar-ketir Mau Ikut Berpartisipasi

Meski KONI belum melaksanakan rapat bersama seluruh cabor di Bondowoso, namun kabar minimnya anggaran yang diberikan Pemkab Bondowoso sudah mulai terdengar oleh para ketua cabor. Akibatnya, mereka mulai khawatir tidak dapat ikut serta dalam gelaran olahraga terbesar di Jatim tersebut. Sebab, dana yang diperlukan terbilang tidak sedikit.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Askab PSSI Bondowoso Subangkit Adiputra. Menurutnya, Porprov yang akan dilaksanakan pada 1 hingga 8 Juli mendatang akan sangat berat untuk cabang olahraga sepak bola dan futsal. Hal itu berdasarkan jumlah anggaran yang diberikan kepada KONI pada 2023 yang dinilai sangat minim. “Sekarang main di luar daerah. Tempatnya cukup jauh kalau dari sini (Bondowoso, Red),” katanya.

Pada tahun sebelumnya saja, anggaran yang diberikan oleh KONI Bondowoso kepada Askab PSSI Bondowoso untuk Porprov dinilai pas-pasan. Apalagi saat ini, setelah ada pengurangan yang cukup banyak. Terlebih, kata dia, Askab PSSI Bondowoso di Porprov menaungi tiga tim, yakni sepak bola putra dan sepak bola putri, serta futsal. “Tahun kemarin (Porprov Jatim 2022, Red) kami dapat Rp 195 juta. Untuk tiga tim saja sudah mepet,” imbuhnya.

Pada Porprov VII 2022, tim sepak bola putri Bondowoso sukses meraih medali perak. Sementara, tim putra harus kandas pada babak prakualifikasi Porprov. Walau demikian, pihaknya mengaku ingin kembali membawa semua pemainnya di Porprov 2023. “Nanti akan dirapatkan lagi, bagaimana menyikapi anggaran yang ada di KONI,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KONI Bondowoso Noer Soetjahjono mengatakan, untuk atlet yang berprestasi sebelumnya, serta masih memenuhi syarat, maka menjadi prioritas yang akan diberangkatkan Porprov VIII 2023. Dengan harapan mereka dapat kembali mendulang prestasi. Sebab, jauh-jauh hari, atlet dinilai sudah melakukan berbagai persiapan. “Peraih medali emas, perak, dan perunggu, nanti akan kami berangkatkan semua,” pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri
#Porprov #Bondowoso