Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Korban Banjir Bandang Hanya Berhasil Selamatkan Anak

Safitri • Jumat, 17 Februari 2023 | 18:06 WIB
TAK TERSISA: Rumah Iis Susanti setelah dihantam banjir bandang, di Desa Kalisat, Kecamatan Ijen.
TAK TERSISA: Rumah Iis Susanti setelah dihantam banjir bandang, di Desa Kalisat, Kecamatan Ijen.
RADARJEMBER.ID - Menjelang Magrib, penerangan di Kecamatan Ijen mengalami pemadaman. Iis Susanti yang tinggal di Dusun Kampung Baru, Desa Kalisat, tidak menyangka akan datangnya banjir. Lima menit setelah itu, teriakan warga dari kampung sebelah terdengar begitu lantang. Rupanya hal itu dibarengi dengan terjangan banjir yang masuk ke permukiman.

BACA JUGA : Kurang Waspada saat Belok, Lansia di Jember Luka Berat Tertabrak Motor

Tepat pukul 18.25, Minggu (12/2), Iis Susanti ikut berteriak setelah melihat air bercampur lumpur masuk ke rumahnya dengan begitu kencang. Memang firasat seorang ibu, waktu itu dia hanya memikirkan keselamatan buah hatinya yang masih berusia 14 bulan. Sementara, sanak familinya yang tinggal satu rumah itu juga lari terbirit-birit menyelamatkan diri.

Baginya, pada malam itu situasinya cukup mencekam. Seolah batas antara hidup dan mati hanya terpisah dengan kain kapas, sangat dekat sekali. Susanti berlari sekuat tenaga sambil menggendong anaknya yang merengek tersebut. "Waktu saya lari itu, air sudah berada di belakang saya, dan saya sambil menggendong anak saya melaju sekuat tenaga," katanya saat ditemui di posko utama.

Sementara itu, kondisi rumah Susanti cukup memprihatinkan setelah dihantam banjir bandang selama kurang lebih satu jam. Kondisi bangunannya sudah rusak parah, bahkan seluruh isi rumahnya juga hanyut terbawa banjir. Uang tabungan, perhiasan, dan alat-alat elektronik seperti televisi sudah tidak bisa ditolong lagi. "Habis semua seluruh isi rumah. Sekarang rumahnya juga tidak bisa dipakai lagi," ungkap istri Robet tersebut.

Dia bersama anaknya yang bernama Lovea Anya Safila terpaksa mengungsi ke rumah warga yang lain. Sebab, kondisi rumah yang dihantam banjir sudah rusak parah. "Kami dengan keluarga terpaksa mengungsi dulu, ke rumah warga yang berada di dataran tinggi, karena sekarang rumahnya sudah hancur," terangnya.

Di sisi lain, Susanti masih bersyukur setelah berhasil lolos dari banjir bersama buah hatinya. Menurutnya, hal itu jauh lebih berharga dibanding dunia dan seluruh isinya. "Tapi, saya bersyukur masih bisa menyelamatkan diri dan anak saya. Biarkan yang lain hilang dan rusak, yang penting keluarga kami selamat," pungkasnya.

Sementara itu, Senin (13/2) lalu, keluarga korban hanya bisa menyelamatkan barang yang sudah hancur. Seperti jemuran baju, rak piring yang sudah rusak, serta barang-barang kecil yang bisa diselamatkan. Barang lainnya seperti kursi yang ada di ruang tamu rusak karena dihantam potongan kayu.

Perabotan rumah tangga yang ada di dapur juga hilang terbawa banjir bandang yang masuk ke dalam rumahnya. Teras dan pintu ruang tamu juga hancur. Tembok belakang rumah pun jebol setelah tidak kuat menahan terjangan lumpur yang masuk dari arah depan.

Lumpur bercampur potongan kayu memenuhi ruang tamu. Kursi dan hiasan yang ada di ruang tamu juga tertimbun lumpur hingga setebal 1 meter lebih. Keluarga korban yang berusaha menyelamatkan barang-barang kesulitan untuk masuk.

Ada satu lemari ukuran besar yang masih utuh. Hanya itu baju-baju yang bisa terselamatkan. Sedangkan bufet kecil yang ada di ruang keluarga juga hilang terbawa banjir. (c2/nur) Editor : Safitri
#Banjir