Otomatis, aktivitas pembelajaran kurang maksimal. Selain tempatnya yang terbuka, mereka juga hanya difasilitasi terpal sebagai alas belajar. Tidak ada kursi dan bangku. Siswa belajar lesehan di lantai yang hanya beralaskan terpal tersebut.
BACA JUGA: Penanganan Pascabencana Bondowoso Diperkirakan Tuntas Sepekan Lagi
Kepala SDN Sempol 1 Sri Indah Winarti mengatakan, pembelajaran mulai aktif kembali setelah tiga hari belakangan libur. Kini, seluruh siswa yang ada delapan rombongan belajar (rombel) itu, dibagi menjadi dua tempat. Yakni Balai Desa Sempol dan musala warga. "Di balai desa kelas empat sampai enam. Sedangkan di musala kelas satu sampai tiga," katanya, Kamis (16/2).
Menurutnya, meski kurang kondusif, tapi aktivitas KBM tetap diupayakan maksimal dengan tempat seadanya. Seluruh siswa yang berjumlah lebih 200 anak itu juga diwajibkan masuk semua tanpa terkecuali. "Ya begini sudah aktivitas KBM sementara. Jam masuknya juga tidak seperti biasanya. Nanti kami pulangkan lebih awal," terangnya.
Sejauh ini, proses pembersihan lumpur di SDN Sempol 1 masih belum rampung. Lumpur bercampur pasir yang disertai kayu, belum bersih total dari halaman sekolah. "Iya belum selesai. Hari ini dilanjut penanganannya," imbuhnya.
Sementara itu, Riki, salah seorang siswa kelas empat SDN Sempol 1, mengaku sudah siap bersekolah lagi. Hal ini setelah tiga hari libur karena dampak banjir bandang yang merendam sekolahnya. "Sudah siap belajar lagi. Sekarang belajarnya di kantor desa dan ada yang di musala," ujarnya. (*)
Reporter: Ahmad Ma’mun/Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal