Lembaga pendidikan pelat merah tersebut terendam lumpur dengan tinggi sekitar 20 sentimeter. Akibat dari banjir bandang yang datang dari kawasan Gunung Ijen, pascahujan deras. Sarana dan prasarana di dalamnya tidak sempat terselamatkan, sebab kejadian berlangsung pada malam hari.
BACA JUGA: Banjir Hantam Desa Sempol, Wilayah Ijen Bondowoso Siaga Satu
Fredi, salah seorang warga setempat, mengatakan, SDN Sempol 1 merupakan bangunan pertama yang dihantam oleh banjir tersebut. Air disertai lumpur yang datang dari ketinggian Gunung Ijen itu melintas di halaman sekolah. "Iya, banjir bandangnya lewat sini dulu, menghantam sekolah, lalu ke permukiman warga," katanya, Senin (13/2) pagi.
Hingga pagi ini, kondisi sekolah belum dibersihkan. Sebab, banjir masih terus mengalir meski sudah makin mengecil. "Itu cuma dikasih kayu agar lumpurnya tidak meluap lagi ke rumah warga. Karena banjirnya masih terus mengalir sampai sekarang," imbuhnya.
Imbasnya, aktivitas belajar mengajar terpaksa ditiadakan, sampai proses pembersihan rampung. Sementara, sejumlah warga masih fokus membersihkan sisa material banjir. "Karena yang parah itu di permukiman warga, di wilayah Kampung Baru," tuturnya.
Sebelumnya, di tempat ini juga mengalami banjir bandang pada 2020 lalu. Namun, Fredi mengungkapkan, banjir bandang yang terjadi kali ini volumenya lebih besar dibanding sebelumnya. "Yang sekarang memang lebih besar banjirnya," terangnya.
Sementara itu, Sekretaris BPBD Bondowoso Kristanto Putro Prasojo mengatakan, selain SDN Sempol 1, Kantor Urusan Agama Kecamatan Ijen juga terendam lumpur. Sejauh ini, pihaknya terus melakukan asesmen. "Ada kantor KUA yang juga terendam. Dan kami masih asesmen bersama jajaran Muspika Ijen," pungkasnya. (*)
Reporter: Ahmad Ma’mun/Jumai
Foto : Jumai
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal