BACA JUGA : Borong Kemenangan Lagi di Piala Soeratin
Sebelumnya, sudah dilakukan survei panorama Kawah Wurung, Bondowoso, menggunakan pesawat Cessna Grand Caravan PK-SSN. Diterbangkan dari Bandara Notohadinegoro, Jember. Kemudian, mengudara kurang lebih 30 menit melintasi sejumlah destinasi andalan yang ada di dua kabupaten tersebut.
Untuk mematangkan konsep wisata aviasi itu, Pemkab Jember, Pemkab Bondowoso, PTPN XI, Perhutani, dan lainnya kembali menggelar pertemuan di Pendapa Ki Ronggo, kemarin (3/2). Hal tersebut bertujuan mematangkan sistem dan mekanisme yang akan berlaku. Mengingat di Kecamatan Ijen juga dibutuhkan landasan untuk pesawat.
Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengatakan, dalam wisata aviasi itu pesawat juga akan mendarat di sekitar Kecamatan Ijen. Namun, belum dipastikan apakah akan diletakkan di Kawah Wurung maupun Taman Galuh. Landasannya akan menggunakan tanah yang dikeraskan. "Itu yang kami bicarakan dengan PTPN selaku pemilik tanah," katanya.
Wisata aviasi, menurut Irwan, merupakan wisata minat khusus yang tidak hanya mengelilingi wisata Bondowoso dari udara. Sebab, jika demikian, maka Kota Tape dianggap tidak akan mendapatkan keuntungan apa pun. Oleh sebab itu, keberadaan landasan dari tanah tersebut dinilai dapat menimbulkan multiplier effect. “Length of stay kami dapat. Kemudian spend of money juga kami dapat,” imbuhnya.
Konsep wisata aviasi itu, lanjut Irwan, juga mendapat respons positif dari Pemprov Jatim. Bahkan dalam beberapa hari mendatang, Gubernur dan Menparekraf akan meninjau secara langsung kondisi Kawah Wurung. Melihat hal itu, Irwan mengaku wisata itu akan segera direalisasikan. Bahkan akan ditindaklanjuti dengan MoU oleh semua pihak. "Bagi hasil pasti ada, nanti akan kami bicara lebih spesifik," pungkasnya. (ham/c2/bud)
Editor : Safitri