Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Waspada Erupsi Gunung Ijen, Stok Masker Masih Terbatas

Safitri • Senin, 16 Januari 2023 | 20:59 WIB
DIBATASI: Salah seorang warga ketika menikmati keindahan Kawah Ijen, sebelum terjadi peningkatan level ke waspada.
DIBATASI: Salah seorang warga ketika menikmati keindahan Kawah Ijen, sebelum terjadi peningkatan level ke waspada.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan mengatakan, untuk mengantisipasi bahaya yang mengintai, maka stok masker untuk masyarakat harus dipastikan aman. Sebab, saat ini jumlah masker cukup terbatas. Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso berkoordinasi dengan BPBD Jatim untuk memenuhi kebutuhan logistik yang diperlukan. “Alhamdulillah sudah ada respons baik,” paparnya.

BACA JUGA : Narasi Kebencian terhadap Negara Jadi Persoalan Berbeda dalam Cipta Kerja

Sementara itu, ada tiga desa yang berpotensi terdampak bencana Gunung Ijen. Di antaranya Desa Kalianyar, Sumberejo, dan Kaligedang. Dari desa tersebut kurang lebih ada 4 hingga 6 ribu warga yang berpotensi terdampak apabila terjadi erupsi.

Dadan menyampaikan, pembaruan data warga yang berpotensi terdampak hingga saat ini masih terus dilakukan. Tujuannya menentukan peta titik evakuasi, apabila terjadi erupsi dalam beberapa waktu mendatang. “Harus masuk titik evakuasi, titik aman pertama yaitu di balai desa. Kemudian, kami bawa ke lapangan Sempol,” katanya.

Terdapat beberapa hal yang harus diwaspadai apabila terjadi erupsi Gunung Ijen. Di antaranya asap, gas sulfur, serta lontaran lava pijar. Asap dan gas berbahaya dari erupsi Ijen juga berdampak pada hewan dan tanaman milik masyarakat. “Semuanya berpengaruh, baik material maupun nonmaterial. Apabila terjadi kebencanaan,” imbuhnya.

Mengantisipasi adanya hal yang tidak diinginkan, Dadan mengaku sudah memberikan pemahaman kepada masyarakat setempat. Hal itu untuk mengurangi korban jiwa dan kerugian materiil yang dialami oleh warga. Selain itu, juga terus melakukan koordinasi dengan kecamatan dan desa yang berpotensi terdampak. “Sehingga kalau ada informasi, bisa segera sampai. Kemudian, kami langsung melakukan tindakan,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kasi Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim Wilayah V Banyuwangi Purwantono menerangkan, kenaikan status waspada karena terjadi peningkatan aktivitas di Gunung Ijen. Berupa gempa lokal kecil dan peningkatan suhu air di kawah. Oleh karena itu, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, wisatawan dilarang turun ke kawah untuk melihat blue fire.

Menurutnya, BKSDA juga sudah menetapkan radius aman 1,5 kilometer dari Kawah Ijen. Kemudian, membatasi jam kunjung, dari biasanya buka pukul 02.00, kini dibuka pukul 04.00. Pemberlakuan tersebut untuk mempermudah pengawasan terhadap wisatawan yang hendak naik ke Gunung Ijen, karena kondisinya sudah terang. “Kami khawatir, misalnya tiba-tiba keluar gas beracun atau mungkin getaran karena gempa setempat,” katanya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri
#Kawah Ijen #Bondowoso