BACA JUGA : Komnas HAM Minta Kematian Pendukung Gubernur Papua Diusut
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, hari tanpa hujan juga melanda Bondowoso. Membuat cuaca akhir-akhir ini cukup panas. Termasuk di lokasi dataran tinggi Ijen, yaitu kawasan Kawah Wurung. Angin yang berembus cukup kencang juga membuat api semakin cepat menjalar ke rumput dan ilalang di daerah Kawah Wurung.
Waka Perhutani KPH Bondowoso Eny Handayani menjelaskan, kejadian kebakaran di kawasan hutan yang banyak ditumbuhi ilalang dan rumput tersebut diketahui sejak pukul 11.00, Kamis, 12 Januari. “Api terus meluas hingga terlibat dari puncak bukit,” paparnya.
Api baru bisa dipadamkan kemarin pagi (13/1). Meski telah padam, pihaknya masih melakukan penjagaan sebagai antisipasi kebakaran hutan susulan. “Polhut, kepolisian, TNI, hingga pihak kecamatan berjaga di lokasi,” ucapnya.
Dia juga menjelaskan, proses pemadaman belum dilakukan dengan sempurna. Sebab, angin berembus kencang, ditambah peralatan yang digunakan sangat terbatas. Mengingat akses menuju lokasi terbilang masih sangat sulit, serta tidak bisa dilalui mobil pemadam kebakaran. Petugas hanya berupaya memantau, sembari membuat sekat api. Tujuannya agar api tidak sampai merembet lebih luas dan ke permukiman penduduk.
Sebelumnya, pihak Perhutani Bondowoso mencurigai seseorang yang bermaksud untuk menangkap ayam hutan. Kemungkinan dari orang tersebut percikan api itu bermula. “Dari puntung rokok yang dibuang sembarangan di area ilalang yang sudah mulai mengering itu bisa menjadi penyebab kebakaran. Orang iseng bikin api unggun, tapi ditinggal begitu saja, juga bisa jadi penyebab,” paparnya. Eny memastikan kebakaran kawasan hutan di daerah Kawah Wurung tersebut bukan sebagai aktivitas untuk membuka lahan. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri