BACA JUGA : Harga Tiket Rute Jember–Sumenep Murah karena Ada Subsidi APBN
Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arm Suhendra Chipta menerangkan, ada 1.296 bibit pohon yang ditanam di tempat lahan kritis Kecamatan Ijen. Terdiri atas bibit pohon mahoni, sengon, pinus, dan alpukat. Penanaman pohon itu sudah tahap kedua. Sebelumnya pernah dilakukan penanaman setelah terjadi banjir bandang. “Tujuan kami tentunya agar tidak ada lagi banjir bandang seperti beberapa tahun lalu,” tegasnya.
Selain itu, Suhendra juga menyebut, Bondowoso berada di wilayah ketinggian, khususnya daerah Ijen dan sekitarnya. Oleh karena itu, ketika musim kemarau rawan terjadi kebakaran, sedangkan ketika musim hujan rawan terjadi banjir. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk tidak sembarangan menebang pohon. “Jangan sembarangan memanfaatkan lahan, tanpa memperhatikan bahaya ke depan,” imbuhnya.
Mengingat kondisi di Kecamatan Ijen yang rawan bencana banjir bandang, dia mengatakan, tidak tertutup kemungkinan akan ada reboisasi tahap tiga. Dengan lebih banyak mengikutsertakan masyarakat secara langsung. “Harapannya masyarakat dapat memiliki kesadaran untuk menjaga hutan,” paparnya.
Lebih lanjut, Dandim Bondowoso juga memerintahkan kepada babinsa di seluruh wilayah Bondowoso untuk siaga terhadap potensi bencana yang mungkin saja terjadi. Mengingat cuaca buruk, seperti angin kencang dan hujan lebat, masih sering terjadi. “Kalau ada kejadian, harus membantu sesuai dengan tugasnya masing-masing,” katanya.
Sementara itu, Pj Pasiter Kodim 0822 Bondowoso Kapten Arm Yonaidi Desianto memiliki tim khusus untuk memantau potensi bencana di semua daerah. Tim ini dikenal dengan Tim Trail Kodim, yang setiap pekan sekali melakukan pemantauan. “Kalau ada temuan, pasti akan kami tindak lanjuti,” pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri