Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dua Perempuan Difabel di Bondowoso Jadi Korban Kekerasan Seksual

Radar Digital • Sabtu, 24 Desember 2022 | 02:06 WIB
UNGKAP KASUS KEKERASAN: Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah, saat berada di ruang kerjanya.
UNGKAP KASUS KEKERASAN: Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah, saat berada di ruang kerjanya.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID- Data kasus kekerasan seksual di Bondowoso selama 2022 cukup mengejutkan. Berdasarkan angka yang tercatat di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB), hingga akhir tahun ini ada 54 kasus kekerasan. Sebanyak 26 menimpa perempuan dewasa, 26 lainnya berusia di bawah umur dan dua sisanya terjadi pada difabel.

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengonfirmasi data kasus tersebut. Kata dia, korban kekerasan seksual memang tidak hanya terjadi pada perempuan dewasa maupun di bawah umur saja. “Tapi juga terjadi kepada difabel," tuturnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, Jumat (23/12).

BACA JUGA: Kasus Ayah Setubuhi Anak Tiri, Awalnya Korban Merahasiakan Pelaku

Sebenarnya, Anisatul menambahkan, kekerasan seksual itu tidak hanya terjadi di Bondowoso saja. Namun, sudah menjadi masalah nasional. Kasus itu juga seperti fenomena gunung es. Tampak kecil di permukaan, tapi sebenarnya jauh lebih banyak yang belum terungkap. "Yang dikhawatirkan, jumlah yang tidak dilaporkan justru lebih banyak daripada yang dilaporkan," terangnya.

Anisatul menjelaskan, faktor tidak melapor atas kejadian kasus seksual tersebut, biasanya dipengaruhi oleh rasa takut atau rasa malu. Sehingga, banyak kejadian baru terungkap ketika korban sudah berkali-kali menjadi korban kekerasan seksual. "Mereka susah mau lapor. Selain merasa takut, juga malu. Karena dianggap aib," tuturnya.

Mengatasi kondisi semacam itu, dia meminta bagi seluruh masyarakat, baik di perkotaan maupun perdesaan, agar secepat mungkin melaporkan kejadian tindak kekerasan seksual di lingkungannya. Untuk itu, perlu sosialisasi agar mereka saling mengontrol dan peduli dengan orang-orang di sekitarnya. "Sosialisasi harus gencar dilakukan. Mulai dari masyarakat, tokoh masyarakat hingga perguruan tinggi dan pemangku kepentingan di tiap-tiap desa," jelasnya. (*)

Reporter: Zaini Dahlan

Foto      : Zaini Dahlan

Editor   : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Kekerasan Seksual #Headline