Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Upaya Menghadapi Bencana di Bondowoso, Siswa Diajari Cara Masak Darurat

Safitri • Jumat, 9 Desember 2022 | 22:46 WIB
TELATEN: Sejumlah siswa ketika memasak di dalam truk BPBD.
TELATEN: Sejumlah siswa ketika memasak di dalam truk BPBD.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Aroma harum dari bumbu yang ditumis tercium jelas dari sebuah bangunan sekolah di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, kemarin (8/12). Selain itu, para siswa juga terlihat tengah sibuk melakukan aktivitasnya masing-masing. Ada yang melipat kertas, mengulek sambal, hingga menggoreng lauk di dalam truk yang sudah dimodifikasi menjadi dapur umum.

BACA JUGA : Pemenuhan Hak, 25 Warga Difabel Jember Dapat SIM D Gratis

Ternyata, puluhan siswa tersebut sedang mengikuti pelatihan kebencanaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Selain diajari cara memasak dalam keadaan darurat, para siswa dan guru SDN Selolembu juga diberikan pemahaman terkait mitigasi. Harapannya, mereka juga bisa berperan saat terjadi hal yang tidak diinginkan.

Catur Mega Sofianto, Kepala SDN Selolembu, mengatakan, kurang lebih ada 50 siswa dari kelas IV hingga kelas VI yang menjadi peserta pelatihan. Selain siswa, para guru juga turut dilibatkan untuk mendapatkan pelatihan. Sebab, pihaknya ingin semua pihak yang berkecimpung di dunia pendidikan SDN Selolembu turut berperan ketika terjadi bencana. "Edukasi (bencana, Red) harus dimulai dari pendidikan paling bawah. Terutama sekolah yang berada di daerah rawan bencana," katanya.

Selolembu memang merupakan salah satu desa di Kecamatan Curahdami yang rawan mengalami beberapa bencana. Mulai dari puting beliung, tanah longsor, hingga gempa bumi. Wilayahnya memang terletak di daerah pegunungan. Karenanya, ketika musim hujan, potensi terjadinya bencana menjadi lebih besar.

Sebagai tenaga pendidik, lanjut Catur, para guru juga akan turut andil dalam penanganan pascabencana. Tepatnya untuk memastikan keberlangsungan layanan pendidikan di sekolah yang terdampak bencana. "Guru bisa mengetahui cara mempersiapkan diri menghadapi bencana," paparnya. Praktik memasak darurat di dalam truk kebencanaan, menurutnya, agar para siswa dan guru siap dan sigap saat terjadi bencana.



Akan Bentuk Sekolah Tanggap Bencana

Keterlibatan dunia pendidikan dalam penanganan pascabencana menjadi hal yang perlu dilakukan. Oleh sebab itu, keberadaan sekolah tanggap bencana akan sangat penting. Tentunya, bukan sebatas julukan atau jargon saja, melainkan harus ada langkah nyata.

Sekretaris BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo mengatakan, pihaknya ingin semua lapisan masyarakat siap menghadapi bencana, termasuk para tenaga pendidik dan pelajar. Oleh sebab itu, pada sejumlah lembaga pendidikan, pihaknya sudah memberikan berbagai sosialisasi kebencanaan. Namun, baru SDN Selolembu yang dilengkapi dengan praktik.

Sekolah tersebut dipilih sebagai tempat pemberian edukasi bencana. Sebab, termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi. Mulai dari gempa bumi, puting beliung, hingga banjir. "Kami menilai ini sangat signifikan untuk memberikan edukasi ke siswa," tutur Kristianto.

Ternyata pihak sekolah juga tengah menjalani proses untuk menjadi sekolah tanggap bencana. Mengingat, hingga kini belum ada sekolah yang resmi mendapat julukan sekolah tanggap bencana. Dalam waktu dekat, kata dia, SDN Selolembu direncanakan akan menjadi pilot project-nya. Sebelum akhirnya ditularkan kepada sekolah yang lain di Bondowoso.

Salah satu langkah awal untuk dapat membentuk sekolah tanggap bencana adalah dengan memberikan pemahaman kepada para siswa dan guru terkait kawasan rawan bencana di Bondowoso. "Sehingga ketika adik-adik (pelajar dan guru, Red) ini menyadari adanya ancaman itu, mereka tahu apa yang harus dilakukan," imbuhnya.

Bahkan, untuk membentuk sekolah semacam itu, Kristianto juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso. Hal itu dalam rangka penguatan tanggap bencana dalam dunia pendidikan.

Sehingga, kata dia, diharapkan Dispendik Bondowoso turut mendukung program sekolah tanggap bencana dengan memasukkan unsur kebencanaan dalam pembelajaran bagi siswa. Mengingat, program serupa juga akan dilakukan di sejumlah sekolah lainnya. "Mudah-mudahan kemampuan anggaran kami bisa mencukupi," pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri
#Bencana #Bondowoso