BACA JUGA : Dugaan Korupsi Dana Porprov 2022, Lima Pimpinan Bank Diperiksa
Anisatul Hamidah, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso, mengaku siap untuk memberikan perlindungan kepada anak korban. Bahkan, jika diperlukan, istri korban yang dinilai mengalami trauma juga akan diberikan pendampingan serius. Utamanya setelah melihat korban meninggal di depan mata kepala anak-anaknya.
Anis mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Polres Bondowoso yang juga bagian dari Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Selain itu, konselor dan psikolog dari Satgas PPA akan diturunkan, untuk memulihkan mental anak-anak korban. Sehingga, yang bersangkutan dapat kembali beraktivitas, melakukan komunikasi sosial, dan bermain sebagaimana mestinya. Tanpa harus mengalami trauma yang berlebihan.
Sementara itu, untuk pendidikannya, Anis mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Guna memastikan agar mereka tetap mendapat pendidikan yang layak. Baik menggunakan model daring atau bagaimana yang terbaik untuk sementara. "Yang jelas, pendidikan anak-anak ini jangan sampai terganggu," tegasnya.
Saat ini, tiga anak yang dimaksud masih duduk di bangku SMP, SD, dan satu lainnya masih balita. Diharapkan ketika mereka masuk sekolah seperti biasanya. Tidak ada perundungan dari teman-temannya. "Tentu mereka masih membutuhkan pendampingan dari semuanya," pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri