BACA JUGA : Rabu, Sebagian Wilayah Indonesia Diprakirakan Berawan
Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, hampir 24 jam para pelaku UMKM standby di lokasi. Selain untuk meningkatkan penghasilan, mereka juga ingin memopulerkan produk yang sudah dibuat. Salah satunya UMKM makanan ringan seperti tahu walik, fashion, dan beberapa produk UMKM lainnya.
Keuntungan besar ini dirasakan langsung oleh penjual tahu walik asal Kelurahan Kademangan, Kecamatan Tenggarang, Zainul Arfan. Dia mengatakan, dalam dua hari ini omzet yang didapat meningkat hingga empat kali lipat dari penghasilan sebelumnya. "Kalau omzet pasti naik. Bahkan meningkat hingga 40 persen dari omzet yang didapat sebelumnya," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin.
Selain meningkatkan pendapatan, ternyata dirinya juga ingin meningkatkan popularitas usaha yang sedang digelutinya saat ini. "Alhamdulillah, jajanan yang kami jual melalui adanya event FKN ini semakin banyak dikenal oleh warga dalam dan luar daerah. Bahkan dalam satu hari, ada pelanggan baru kami yang kembali sampai tiga kali," ungkapnya.
Atas keterlibatannya pada acara tersebut, menurutnya terdapat tiga dampak positif yang didapatkan. Yakni omzet meningkat, mendapatkan pelanggan baru, dan menambah kenalan sesama pelaku UMKM. "Bersyukur omzet bisa naik. Sebelum gabung di acara FKN, biasanya satu hari saya hanya dapat Rp 50-70 ribu saja," tambahnya.
Dirinya merasa bangga dengan adanya event FKN tersebut. Sebab, usaha makanan ringan yang dijalaninya bisa dikenal banyak orang. Bahkan, terdapat banyak pelanggan bertanya tempat jualan setiap harinya. "Ada juga yang bertanya tempat jualan sehari-hari," imbuhnya.
Dirinya menambahkan, terdapat banyak hikmah yang dirinya dapatkan selama tiga hari berjualan di Alun-Alun Bondowoso. Sejumlah kearifan lokal yang ada di samping kanan dan kirinya bisa dikenal oleh banyak orang. "Orang Bondowoso sendiri harus kenal pada kearifan lokal kota kelahirannya," urainya.
Dirinya berharap UMKM yang standby selama tiga hari itu meningkatkan perputaran ekonomi di Bondowoso. Sehingga, usaha kecil dan menengah di Bondowoso bisa bertahan dan bisa dikembangkan. "Harapannya, pelaku usaha tidak hanya memanfaatkan saat ada event saja. Melainkan setiap hari tetap bertahan dan mengembangkan produk yang dijual," pungkasnya. (aln/c2/fid) Editor : Safitri