Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Napi Lapas Bondowoso Gelar Salat Gaib untuk Korban Gempa Cianjur

Safitri • Rabu, 23 November 2022 | 20:44 WIB
KHUSYUK: Ratusan WBP Lapas Kelas II B Bondowoso ketika mengikuti salat gaib bersama untuk korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jabar.
KHUSYUK: Ratusan WBP Lapas Kelas II B Bondowoso ketika mengikuti salat gaib bersama untuk korban bencana gempa bumi di Cianjur, Jabar.
DABASAH, Radar Ijen - Gempa yang menewaskan puluhan orang di Cianjur, Jawa Barat, mengundang simpati dari sejumlah pihak. Termasuk dari warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B Bondowoso. Mereka terlihat khusyuk melaksanakan salat gaib dan tahlil bersama, kemarin (22/11).

BACA JUGA : Lima Petak Rumah di Tabing Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 300 Juta

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Ijen, ratusan WBP bersama sejumlah petugas lapas, bersama-sama melantunkan doa. Kemudian diakhiri dengan salat gaib dan tahlil.

Kalapas Bondowoso Sarwito mengatakan, pada musibah yang terjadi di Cianjur, salah satu lapas di Cianjur juga terdampak gempa, hingga mengalami kerusakan yang cukup parah. Tembok lapas di sebelah kanan dan kirinya roboh. Serta terdapat keretakan cukup parah, dan terjadi hampir di seluruh bangunan. "Ini merupakan bentuk simpati kami terhadap musibah yang menimpa saudara-saudara di Cianjur," katanya.

Dia juga menjelaskan, para WBP selalu diberikan pemahaman agar bisa merasakan penderitaan masyarakat lain. Serta memperbanyak rasa syukur, meskipun masih berada di balik jeruji. Hal itu dibuktikan dengan beberapa musibah yang terjadi sebelumnya, dan WBP juga menggelar acara yang sama. "Ini peringatan untuk kita semuanya. Agar tetap mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa," tuturnya.

Selain itu, memasuki cuaca ekstrem seperti saat ini, WBP diharapkan meningkatkan kewaspadaan dirinya. Mengingat bencana alam dapat datang kapan saja dan di mana saja. Termasuk di dalam penjara. Oleh sebab itu, mereka dibekali dengan kemampuan untuk menghadapi bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

Jika terjadi bencana seperti gempa di Cianjur, menurut Sarwito, yang menjadi prioritas adalah keselamatan warga binaan. Tak kalah penting, agar WBP tak panik dan tidak berusaha melarikan diri bila terjadi bencana. "Hanya ada satu titik kumpul untuk evakuasi warga binaan di lapangan tengah," pungkasnya. (ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Gempa #Bondowoso