BACA JUGA : Bupati Jember Tegaskan Ada Sanksi untuk Kasus Manipulasi Pegawai Non-ASN
Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat. Menurutnya, dalam penyusunan APBD 2023, yang minus tersebut masih dapat diatasi dengan baik lewat Silpa. "Defisit APBD 2023 Rp 50 miliar itu bisa kami biayai melalui Silpa," ucapnya.
Perlu diketahui, defisit tersebut juga pernah dialami pada penyusunan APBD 2021 lalu. Bahkan, APBD Pemkab Bondowoso pada tahun tersebut mencapai Rp 200 miliar.
Oleh sebab itu, Irwan tidak menekankan kepada kepala OPD untuk menghemat anggaran. Khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan rakyat, serta peningkatan kualitas hidup. Beberapa hal itu menurutnya harus tetap dilakukan dengan baik. Anggarannya pun harus cepat terserap. Agar menjadi stimulan bagi masyarakat. "Hemat belum tentu berhasil, ya," tegasnya.
Dikonfirmasi terkait jumlah Silpa yang akan didapatkan nantinya, Wabup Irwan tidak menyebutkan secara pasti nilainya. Hanya menegaskan jumlahnya diperkirakan cukup untuk menutupi defisit anggaran yang akan terjadi pada 2023 mendatang. "Baik dari peningkatan PAD maupun dari efisiensi terhadap kegiatan-kegiatan," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, pada 2023 mendatang, Pemkab Bondowoso diperkirakan akan mengalami minus anggaran. Sebab, anggaran belanja daerah terbilang cukup banyak. Meskipun dana alokasi umum (DAU) untuk Kota Tape juga sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Untuk mengantisipasi hal ini, OPD langsung melakukan rasionalisasi anggaran. Harapannya, kekurangan tersebut dapat diantisipasi dengan baik. Sehingga pemerintahan tetap berjalan baik. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri