Ancang-Ancang Bencana Hidrometeorologi

Safitri • Dipublikasikan Selasa, 18 Oktober 2022 | 18:36 WIB
MENGGENANG: Pengendara roda dua melewati genangan air selepas hujan deras di salah satu wilayah kota Bondowoso.
MENGGENANG: Pengendara roda dua melewati genangan air selepas hujan deras di salah satu wilayah kota Bondowoso.
NANGKAAN, Radar Ijen - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatim selama beberapa hari terakhir mengeluarkan surat peringatan cuaca buruk. Hal tersebut hampir terjadi di seluruh wilayah, termasuk di Bondowoso. Oleh sebab itu, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, bencana hidrometeorologi mulai mengancam.

BACA JUGA : Mobil Mewah, Parkirnya di Zebra Cross

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Pelaksana (Kalaksana) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan menuturkan, memasuki musim hujan, masyarakat diminta untuk selalu waspada. Dengan selalu memantau informasi cuaca dan kebencanaan. "Laporkan jika mengetahui adanya ancaman atau terjadi bencana hidrometeorologi," katanya.

Bondowoso memiliki sejumlah wilayah, dengan tingkat kerawanan bencana hidrometeorologi tinggi. Baik banjir, angin kencang, angin puting beliung, maupun longsor. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, puluhan rumah rusak parah akibat diterjang angin puting beliung.

Dadan menyebut, untuk angin puting beliung, seluruh kecamatan yang ada di Bondowoso memiliki potensi yang sama. Kemudian untuk banjir, daerah yang paling berpotensi di antaranya Kecamatan Bondowoso, Kecamatan Botolinggo, Kecamatan Cermee, Kecamatan Grujugan, Kecamatan Klabang, dan Kecamatan Prajekan, (selengkapnya, lihat grafis).  "Masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana harus ekstra waspada. Khawatir ada hal yang tidak diinginkan datang," imbuhnya.

Selain itu, keberadaan Desa Tangguh Bencana (Destana) serta pelatihan yang sudah diberikan diharapkan mampu meminimalisasi adanya korban jiwa ketika terjadi bencana. Hal tersebut juga dianggap sebagai antisipasi dalam menyambut cuaca yang tidak menentu ini. "Kenali daerah rawan di wilayahnya, susun rencana evakuasi, dan siapkan tempat mengungsi," pungkasnya. (ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
Banjir Bondowoso