Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belum Semua Sekolah Terapkan Merdeka Belajar

Safitri • Jumat, 7 Oktober 2022 | 20:18 WIB
DENGARKAN SAKSAMA: Sejumlah siswa SD ketika hendak diberi vaksinasi, beberapa waktu lalu. Di Bondowoso beberapa sekolah hingga kini belum menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
DENGARKAN SAKSAMA: Sejumlah siswa SD ketika hendak diberi vaksinasi, beberapa waktu lalu. Di Bondowoso beberapa sekolah hingga kini belum menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar.
DABASAH, Radar Ijen - Pemerintah tengah menggencarkan Kurikulum Merdeka Belajar. Namun ternyata, belum semua sekolah di Bondowoso menerapkan hal tersebut. Padahal kurikulum itu dianggap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa. Sesuai dengan kemampuan dan minat mereka.

BACA JUGA : Pasang Implan Rumah Siput sampai Dua Kali hingga ke Singapura

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Wahyu Ari Jatmiko, dari Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jatim, setelah melakukan pertemuan bersama Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Bondowoso, kemarin (6/10). Menurutnya, memang masih ada sebagian sekolah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Oleh sebab itu, dia berharap ke depannya seluruh sekolah dapat melaksanakan Informasi Kurikulum Merdeka (IKM).

Sejumlah sekolah yang belum menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar, menurutnya, karena memang terkendala berbagai hal. Seperti bermasalah pada sistem data Dapodik. Karena semua sekolah di Bumi Ki Ronggo sudah melakukan pendaftaran, tapi memang belum terlaksana, karena hambatan tersebut. "Tadi (kemarin, Red) sudah dipesankan bupati kepada kepala dinas. Bahwa tahun depan seluruh satuan pendidikan harus menerapkan Kurikulum Merdeka," tegasnya.

Pria yang akrab disapa Wahyu itu juga menuturkan, dengan pelaksanaan tersebut, maka para siswa dapat menerima pembelajaran dengan baik. Mengingat sebelum pembelajaran diberikan, para guru harus melakukan assessment diagnostic, untuk mengetahui secara pasti kemampuan, minat, dan bakat siswa. Sehingga kebutuhan siswa dapat dibedakan berdasarkan kriteria itu. "Selama ini kan disamaratakan semua," imbuhnya.

Selain itu, para siswa juga akan memiliki akun belajar, dapat dimanfaatkan untuk daya simpan, serta memanfaatkan perangkat pelajaran yang ada di dalamnya. Bahkan para siswa juga diberikan sarana komunitas belajar, untuk sama-sama belajar dengan temannya yang lain.

Ternyata program tersebut tidak hanya memberikan dampak baik bagi para siswa. Para guru juga bisa merasakan manfaatnya. Salah satunya para guru bisa mendapatkan pelatihan mengajar secara mandiri. Setelah sebelumnya tidak semua guru bisa mendapatkan kesempatan ini. "Dengan memanfaatkan platform merdeka mengajar," pungkasnya. (ham/c2/bud) Editor : Safitri
#Bondowoso