Sebelum doa bersama berlanjut, sebagian ABR melakukan salat gaib untuk korban tewas, tepatnya pukul 20.17 hingga 20.20. Dilanjutkan dengan tahlil bersama dengan mengelilingi lilin yang sudah tertata rapi sebelumnya.
Ketua ABR Achlan Nuri mengatakan, pertemuan digelar untuk sama-sama memahami dua sisi yang dianggap penting. Yakni, berlepas diri atas dukungan terhadap Arema FC tercinta karena mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Juga berharap agar tragedi itu tidak terulang kembali. "Serta mengenang kawan kita yang sudah pulang duluan," ungkapnya.
BACA JUGA: Siswa & Guru di Lumajang Gelar Salat Gaib untuk Korban Tragedi Kanjuruhan
ABR Bondowoso, lanjut Achlan, untuk sementara dibekukan dalam waktu yang tidak ditentukan. Menurutnya, dalam olahraga apapun, kemanusiaan harus dijadikan nilai tertinggi. Sejak tragedi itu, ABR menarik diri hingga pihak kepolisian berhasil mengungkap fakta kejadian tersebut. "Untuk sementara dibekukan hingga masalah pada tragedi itu menemukan titik terang," tegasnya.
Kendati demikian, solidaritas ABR di Kota Tape ini tetap akan dirawat. Kebersamaan yang sudah terjalin tetap terus dilakukan melalui interaksi aktif. Achlan berharap, tragedi itu tidak terjadi lagi ke depannya. "Kami berharap, kejadian ini tidak terulang kembali. Kalah menang memang konsekuensi dalam pertandingan," ucapnya.
Demikian kepada anggota ABR di Bumi Ki Ronggo ini, pihaknya mengimbau agar semua anggota tetap menjaga hubungan persaudaraan. Menurutnya, doa bersama itu, selain mengobati rasa sakit atas tragedi yang menimpa, juga untuk mempererat kembali anggota Aremania di Bondowoso. "Kami akan tetap merawat hubungan persaudaraan kita di Bondowoso," pungkasnya. (*)
Reporter: Zaini Dahlan
Foto: Zaini Dahlan
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal