Untuk mencapai tempat ini terbilang cukup mudah. Pasalnya, jarak dari pusat kota Bondowoso ke wisata yang dikelola oleh BUMDes melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) ini, hanya berjarak kurang lebih 11 kilometer saja. Akses jalannya juga terbilang mudah, jika menggunakan roda dua, perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 17 menit saja. Sementara untuk roda empat, hanya kurang lebih 20 menit.
Ketika sampai di lokasi, lahan parkir yang disediakan juga terbilang cukup luas. Namun tidak kalah penting, pemandangan dan suasana yang disediakan. Karena dapat memanjakan setiap pasang mata yang melihatnya. Sejumlah kayu dihias seperti pohon sakura, di Jepang. Para pengunjung dapat mengabadikan momen, di sekitar pohon tersebut dengan menyeberangi jembatan yang terbuat dari kayu.
Tidak lengkap rasanya, jika hanya berswafoto di tempat itu, tanpa menggunakan kimono, yaitu pakaian khas orang Jepang. Bahkan bukan hanya untuk perempuan saja, pakaian untuk para pria juga tersedia dengan baik. Selain itu, pengelola juga menyediakan jasa fotografi, hal ini tentu semakin memanjakan pengunjung yang ingin mengabadikan momen berharga.
Terdapat beberapa spot swafoto yang biasa digunakan oleh pengunjung. Di antaranya, berdiri di antara replika pohon sakura yang berjajar rapi, perahu dengan hiasan bunga, atau di gazebo yang berada di atas air. “Konsep yang kami usung kali ini bertema Jepang klasik, bukan Jepang yang perkotaannya,” kata Haris, pengelola Wisata Agrapana.
Harus mengaku, awalnya Wisata Agrapana hanya fokus pada wisata kuliner saja, sehingga pengunjung tidak perlu membayar tiket untuk dapat masuk. Tapi, seiring perkembangannya dan semakin banyaknya pengunjung yang datang, tempat tersebut kemudian terus dibenahi, serta ditambah beberapa spot swafoto serta fasilitas pendukung lainnya. "Tiket masuknya cuma dua ribu kok," pungkasnya.
Jurnalis: Ilham Wahyudi
Fotografer: Dok Radar Ijen Editor : Maulana Ijal