BACA JUGA : Dulu Ratusan Ribu, Kini Harga Cabai Merah Rp 35 Ribu per Kilogram
Operator Terminal Bondowoso, Zainur Rosid, mengatakan, pada awalnya bus selalu beroperasi setiap hari. Namun, semakin hari pengurangan penumpang sering terjadi. Sehingga, berdampak pada bus yang tidak ingin melakukan perjalanan antarkota dalam provinsi tersebut. "Ada sekitar lima bus saat ini yang sudah tidak beroperasi kembali," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Selain lima bus memilih tidak beroperasi, lanjutnya, ada juga beberapa bus AKDP yang kadang-kadang aktif. "Ada bus yang kadang-kadang jalan, kadang-kadang tidak. Jumlahnya sekitar 3-4 bus yang kadang aktif kadang tidak itu. Alasannya ya sama, sepi penumpang,” ucapnya.
Menurut Zain, sapaan akrab Zainur Rosid, sepinya penumpang karena banyak masyarakat Bondowoso yang hendak ke luar kota memilih menggunakan kendaraan pribadi daripada angkutan umum. Hal itu ditambah lagi kepemilikan mobil pribadi masyarakat Bondowoso semakin banyak dan mudah. Tidak seperti dulu.
Tidak hanya bersaing dengan kendaraan pribadi, menurutnya, angkutan umum bus AKDP juga banyak pesaing. Salah satunya yaitu travel yang jumlahnya juga terus meningkat. Apalagi menawarkan kemudahan untuk menjemput penumpang ke rumah dan mengantarkan sampai rumah tujuan juga.
Kendati demikian, tambahnya, dia mengakui saat ini bus di Terminal Bondowoso cukup sulit untuk mendapatkan penumpang. Jika dibandingkan dengan terminal dari daerah lainnya, yang sangat mudah untuk dapat penumpang. "Penumpang itu lebih banyak berangkat dari terminal di daerah lain ke Bondowoso. Sebaliknya, bus yang berangkat dari Terminal Bondowoso itu sepi penumpang,” tuturnya.
Zain menyampaikan, hingga kini belum ada langkah apa pun untuk memulihkan aktivitas keramaian penumpang di Terminal Bondowoso. Pasalnya, kondisi Bondowoso tanpa jalur nasional juga menjadi kendala.
Sementara itu, Ahmadi, warga asal Pamekasan yang merantau di Bondowoso, mengakui, untuk datang ke Bondowoso atau keluar memakai transportasi umum memang sulit. Sebab, tidak semua bus pada setiap terminal di Jawa Timur terdapat jurusan ke Bondowoso, begitu juga sebaliknya. Bahkan, di Terminal Purbaya Surabaya, bus jurusan Bondowoso saja tidak ada sewaktu-waktu. “Ada jadwal khusus bus yang menuju Surabaya. Menuju ke Bondowoso kalau tidak punya kendaraan pribadi memang susah. Kereta saja juga tidak ada, harus ke Jember dulu,” terangnya.
Bahkan, dari Stasiun Jember ke Terminal Bondowoso harus meluangkan waktu lebih panjang lagi. Sebab, terlebih dahulu harus memakai angkutan umum ke Terminal Arjasa. Setelah itu, mencari bus ke arah Bondowoso. “Busnya saja ngetemnya cukup lama. Tidak langsung berangkat. Selain itu, tidak 24 jam,” jelasnya.
Dia menambahkan, hal yang lebih sulit adalah keluar dari Bondowoso dengan bus. “Terakhir itu pukul 9 malam bus yang keluar dari Bondowoso,” pungkasnya. (aln/c2/dwi) Editor : Safitri