Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Dulu Ratusan Ribu, Kini Harga Cabai Merah Rp 35 Ribu per Kilogram

Safitri • Kamis, 29 September 2022 | 21:35 WIB
BELANJA: Pengunjung Pasar Induk Bondowoso sedang membeli cabai merah besar.
BELANJA: Pengunjung Pasar Induk Bondowoso sedang membeli cabai merah besar.
DABASAH, Radar Ijen - Memasuki musim panen cabai merah besar di Bondowoso, ternyata harga kembali turun. Ini dibuktikan dengan penjualan cabai merah besar yang saat ini jatuh. Dari sebelumnya, pada Agustus harga cabai merah menyentuh angka Rp 70 per kilogram, saat ini sudah berada merosot Rp 35 ribu per kilo gram. Bagi petani, turunnya harga cabai membuat mereka untung tipis, bahkan hanya balik modal.

BACA JUGA : Peserta Perdana Selesai Mewarnai

Pedagang cabai di Pasar Induk Bondowoso, Maisara, menyampaikan, anjloknya harga cabai besar merah terjadi secara bertahap. Enam hari sebelumnya, harga cabai masih berada di angka Rp 50 ribu per kilo gram. Tetapi, kini sudah mengalami penurunan lagi. "Turunnya bertahap. Tidak secara langsung. Sekarang (kemarin, Red) rata-rata harganya Rp 35 ribu per kilogram," terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Pedagang asal Lojajar, Kecamatan Tenggarang, itu menuturkan, fluktuasi harga itu dipicu oleh perubahan musim produksi cabai. Saat ini, produksi cabai merah besar sangat banyak, hingga berpengaruh pada turunnya harga. Apalagi saat ini petani sudah musim panen. "Sekarang banyak petani panen cabai merah," tuturnya.

Pihaknya mengatakan, dalam beberapa hari ke depan bisa saja harga itu semakin anjlok. Pasalnya, produksi cabai saat ini semakin besar. Terutama para petani Bondowoso yang akan masuk panen raya cabai merah besar. Sementara, saat produksi cabai terbatas, harganya juga melambung tinggi. Bahkan, di luar daya beli masyarakat. Seperti yang terjadi sebelumnya, harga cabai merah menyentuh harga Rp 100 ribu per kilogram. "Kalau petani musim tanam, banyak gagal panen, harganya semakin mahal," urainya.

Sementara itu, pedagang cabai lainnya, M Yasin, juga mengatakan hal yang serupa. Yaitu harga cabai bila terjadi penurunan, akan berangsur turun terus. “Biasanya kalau sudah turun, itu turun terus,” tuturnya.

Kendati harganya sudah menurun, kata Yasin, daya beli masyarakat setiap harinya masih minim. Menurutnya, pada waktu pagi dan sore hari biasanya ramainya pengunjung di Pasar Induk Bondowoso. Namun, saat ini sudah minim sekali. "Sekarang daya belinya turun,” terangnya.

Sementara itu, petani cabai asal Desa Sumber Salam, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, Abdul Wasil, mengeluhkan harga yang menurun drastis itu. Pasalnya, harga yang sebelumnya menggiurkan itu membuat dirinya semangat menanam cabai. Tapi, saat panen, harganya justru menurun. Bahkan nyaris hanya balik modal saja. "Beberapa bulan lalu harga tinggi. Kami semangat merawat cabai sampai matang. Saat panen, ternyata sudah turun," pungkasnya. (aln/c2/dwi) Editor : Safitri
#cabai #Bondowoso