Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bantuan Korban Bencana Angin Kencang Diberi tapi Rumahnya Tak Bisa Berdiri

Safitri • Rabu, 28 September 2022 | 19:54 WIB
BERSERAKAN: Sejumlah seng atap masjid di Desa Mandiro ditumpuk menjadi satu. Lantaran rusak akibat angin kencang, beberapa waktu lalu.
BERSERAKAN: Sejumlah seng atap masjid di Desa Mandiro ditumpuk menjadi satu. Lantaran rusak akibat angin kencang, beberapa waktu lalu.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID - Siang itu matahari bersinar cukup terik. Di jalan menuju Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, terlihat iring-iringan sejumlah mobil. Selain kendaraan dinas milik bupati dan pejabat pemerintah lainnya, terdapat pula mobil yang mengangkut logistik.

BACA JUGA : Muhammad Rofiq Pelatih Sepak Bola di Jember, Kini Latih Klub Internal

Ternyata barang tersebut merupakan bantuan yang akan diberikan kepada para warga, khususnya yang menjadi korban angin kencang pada Sabtu pekan kemarin. Mereka pun terlihat bersemangat menerima bantuan dari Bupati Bondowoso Salwa Arifin. Namun, raut keresahan pada wajah masyarakat tetap tidak bisa disembunyikan.

Bagaimana tidak, bantuan yang diberikan hanya berupa sembako dan peralatan rumah tangga. Sementara, bantuan untuk pembenahan rumah mereka belum diberikan. Terlebih, belum semua korban yang diberikan bantuan. Hanya di Desa Mandiro dan Tanggulangin yang diserahkan secara langsung.

Setelah memberikan bantuan berupa sembako dan lainnya, Bupati Salwa juga memberikan dukungan moral kepada para korban bencana. Mereka diminta untuk sabar menghadapi cobaan, berupa bencana yang memorak-porandakan rumah warga itu. "Tetap sabar menghadapi ujian dari Allah. Karena pasti ada hikmah di balik semua ini," katanya.

Dikonfirmasi terkait bantuan renovasi rumah, dia mengaku sudah memiliki rencana tersebut. Sesuai dengan usulan yang dibutuhkan. Walau begitu, tidak disebutkan kapan dan bagaimana mekanismenya. "Sementara ini kan sembako," imbuhnya.

Sementara itu, Ida Rosita, warga Desa Tanggulangin, sekaligus salah satu korban angin kencang, mengatakan, sebelumnya tidak pernah terjadi angin kencang atau puting beliung di tempatnya. Apalagi sampai menyebabkan puluhan atap rumah warga rusak. "Untungnya asbes yang terangkat tidak kena orang," paparnya.

Selain di Desa Tanggulangin, rumah rusak akibat angin kencang juga terjadi di Kelurahan Sekarputih, Kecamatan Tegalampel. Puluhan rumah rusak ringan, kemudian belasan lainnya rusak parah. Bahkan lima orang menjadi korban. Satu di antaranya mengalami luka serius, hingga harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jember.

Sebelum ada bantuan dari Pemkab Bondowoso, sebelumnya sejumlah instansi lain, seperti dari polres, Lazisnu, dan lainnya sudah memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. (c2/dwi)

 

  Editor : Safitri
#Bencana #Bondowoso