Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Siswa SMK Bondowoso Ubah Bahan Bakar Motor dari BBM ke BBG

Safitri • Selasa, 27 September 2022 | 21:51 WIB
KREATIF: Salah seorang warga ketika melihat dan mencoba langsung motor yang dimodifikasi dengan mengubah sumber bahan bakar BBM menjadi gas.
KREATIF: Salah seorang warga ketika melihat dan mencoba langsung motor yang dimodifikasi dengan mengubah sumber bahan bakar BBM menjadi gas.
BADEAN, Radar Ijen – Siang kemarin (26/9), motor matik warna merah hati secara penampilan umum tidak ada perbedaannya. Namun, di bagian behel belakang motor ada satu tabung gas tiga kilogram. Dari tabung itu terdapat selang yang masuk ke bagian mesin. Ternyata gas elpiji yang dikenal dengan gas melon tersebut dijadikan sumber energi motor.

BACA JUGA : Sudah Bayar Uang Sewa, Warung Makan di Papuma Tetap Wajib Pajak 10 persen

Dalam pembuatannya, para siswa itu didampingi langsung oleh Bambang Suwito, anggota DPRD Bondowoso. Mereka berhasil menyalakan dan menjalankan motor dengan bahan bakar gas elpiji. Untuk satu tabung gas tiga kilogram, jarak yang dapat ditempuh bisa mencapai 500 kilometer.

Untuk memodifikasi satu buah motor, biaya yang diperlukan juga terbilang cukup murah. Hanya berkisar Rp 300 sampai Rp 500 ribu. Tergantung jenis dan kualitas bahan-bahan yang dibeli. Uniknya, selain dapat menggunakan gas, motor ciptaan siswa itu juga masih bisa menggunakan BBM, seperti pertalite maupun pertamax.

Rahmat Wahyudi, siswa SMK PGRI 2 Bondowoso, menyampaikan, sebenarnya sistem kerja dari motor ini sama seperti biasanya. Namun, ada modifikasi atau penambahan kompresi pada motornya. Mengingat oktan dari gas lebih tinggi jika dibandingkan dengan BBM, termasuk pertamax turbo.

Terdapat beberapa alat tambahan yang dibutuhkan, seperti tabung gas, regulator, selenoid atau keran otomatis, serta sejumlah bahan lainnya. Selain gas elpiji tiga kilogram, motor ini juga dapat dioperasikan menggunakan gas portabel dengan ukuran lebih kecil. "Ini aman sih. Sudah saya coba juga dengan kondisi gas bocor," kata Rahmat.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat mengaku mengapresiasi karya siswa itu. Mereka dianggap sudah berhasil merekayasa dan membangun sistem berbahan bakar gas. Hal itu diharapkan dapat membuat para siswa semakin semangat untuk membuat karya lainnya. "Ini boleh dibilang jawaban dan solusi, bagi masyarakat atas kelangkaan dan mahalnya harga bahan bakar minyak," tegasnya.

Selain itu, dia juga menegaskan, jika nantinya dalam uji coba keamanan dan kelayakan bisa dinyatakan lolos, maka pihaknya akan memberikan reward berupa tambahan modal kepada pihak sekolah. Harapannya mereka dapat memproduksi lebih banyak karya. "Kalau diperbolehkan hibah ya hibah. Supaya anak-anak bisa menciptakan kendaraan tenaga gas ini," pungkasnya. (c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Bondowoso