BACA JUGA : Tak Ada Anggaran untuk Popda, Cabor Atletik Terpaksa Seleksi Berbayar
Sukandar, Sekretaris Lurah Sekarputih, menyampaikan, ada lima orang di wilayahnya yang mengalami luka-luka akibat kejadian bencana angin kencang. Empat orang di antaranya mengalami luka ringan, sehingga hanya dirawat jalan. Sementara, satu orang lainnya harus dirujuk ke salah satu rumah sakit di Jember. "Sampai sekarang masih ada yang dirawat di rumah sakit. Karena kondisinya belum memungkinkan untuk dibawa pulang," katanya.
Selain hal itu, angin kencang juga menyebabkan sembilan rumah milik warganya rusak parah. Kemudian, puluhan rumah lainnya mengalami rusak ringan. Kerusakan akibat angin kencang juga ada rumah rusak akibat tertimpa pohon. Hal itu membuat pihak kelurahan memberikan bantuan. Harapannya dapat meringankan beban para korban. "Kalau yang dari luar, ada polres, LazisNu, Fatayat, dan sejumlah pihak lainnya memberikan bantuan," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso Dadan Kurniawan menyampaikan, ada empat kecamatan yang terdampak hujan deras dan angin kencang, Sabtu lalu. Hal itu membuat proses evakuasi membutuhkan waktu hingga enam jam. "Karena terkendala personel. Tapi, evakuasi juga dibantu TNI, Polri, satpol PP, dan warga sekitar," jelasnya.
Memasuki musim hujan seperti saat ini, Dadan mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati. Sebab, perubahan cuaca bisa terjadi begitu cepat. Seperti sebelumnya, dari cuaca cerah, kemudian tiba-tiba hujan deras. "Bila terjadi hujan deras dan angin kencang, harapannya warga segera mencari tempat yang aman," pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri