Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Belum Ada Pendampingan Penasihat Hukum Pada Kekerasan Anak dan Perempuan

Safitri • Senin, 26 September 2022 | 20:10 WIB
Ilustrasi KDRT: Maulana Ijal/ Radar Jember
Ilustrasi KDRT: Maulana Ijal/ Radar Jember
KOTAKULON, Radar Ijen - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Bondowoso telah menyediakan psikolog untuk pendampingan korban kekerasan kepada anak dan perempuan. Namun, belum memberikan pelayanan penasihat hukum.

BACA JUGA : Terbawa Angin Kencang, Atap Masjid di Bondowoso Terbang hingga 1 Kilometer

Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah mengatakan, saat ini masih diupayakan mencari pengacara atau penasihat hukum yang siap mendampingi korban kekerasan, pelecehan seksual baik kepada anak maupun perempuan, ke ranah hukum. "Sejauh ini memang masih belum ada (pendampingan penasihat hukum, Red). Tetapi, kami tetap mengupayakan untuk diadakan," tuturnya.

Dia mengakui, selama ini korban pelecehan dan kekerasan melakukan pembelaan sendiri atas dirinya atau mencari pengacara sendiri. "Bisa dapat pengacara gratis melalui pro bono (bantuan hukum terhadap publik secara gratis, Red),” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Sementara, untuk mengantisipasi adanya permasalahan psikologis terhadap korban kekerasan seksual, Dinsos P3AKB Bondowoso sudah menyediakan pelayanan secara psikolog. “Kami sudah kerja sama dengan RS dr H Koesnadi dengan Himpunan Psikolog Se-Keresidenan Besuki dan Lumajang (HIMPSI Sekar Kijang, Red) untuk membantu tenaga psikolog,” tuturnya.

Hal tersebut menurut Anis untuk menyelamatkan mental korban agar bisa beraktivitas normal dan bersosialisasi dengan masyarakat. “Jadi, banyak korban kekerasan seksual ini mentalnya jatuh. Tidak mau bersosialisasi ke masyarakat, hingga ingin untuk pindah sekolah. Misal mau mondok di pesantren,” terangnya.

Anis melanjutkan, Dinsos P3AKB Bondowoso terus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah, baik itu tentang kekerasan ataupun pelecehan seksual. Sebab, potensi hal tersebut akan terus ada di dunia pendidikan. Oleh karena itu, semua pihak termasuk sekolah juga perlu terus-menerus memberikan edukasi kepada siswanya. “Harapan saya sosialisasi seperti ini (kekerasan dan pelecehan seksual, Red) juga ada bantuan semua pihak. Tidak hanya Dinsos P3AKB saja,” pungkasnya. (aln/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Kekerasan #Bondowoso