BACA JUGA : Tak Ada Indikasi Penganiayaan terhadap Kematian Mahasiswi Unej
Masyarakat Bondowoso yang setiap hari mengais rezeki dari pasar sudah biasa mengunjungi pasar setiap malam. Sejak pukul 01.00 pagi sudah biasa berada di lokasi. Tak terkecuali Mawardi. Pria asal Desa Pengarang, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, itu mengeluhkan kondisi kerusakan jalan tersebut.
Mawardi mengatakan, kerusakan itu sudah bertahun-tahun. Namun, tak kunjung ada perbaikan. Kondisi rusaknya jalan paling terasa adalah saat malam hari. “Kalau siang jalan berlubang kelihatan. Kalau malam tidak begitu kelihatan. Apalagi motor saya membawa barang yang cukup banyak,” paparnya.
Menurutnya, jalan di sekitar bundaran pasar induk sudah lama belum ada perbaikan. Pria 40 tahun itu mengaku, meski terdapat lampu penerang jalan di lokasi, dirinya sulit memilih jalan yang kondisinya masih bagus. Kendati demikian, suasana di sekitar pasar saat malam hari juga ramai.
Sebelumnya, kata Mawardi, lokasi jalan rusak itu awalnya dijadikan lokasi pasar relokasi sementara. Seusai terjadinya kebakaran di pasar induk, beberapa tahun lalu. Menurutnya, saat jadi pasar sementara, jalan sudah banyak yang berlubang dan mengalami kerusakan. "Sekarang pasar induk sudah diperbaiki. Tapi jalannya juga belum diperbaiki," ungkapnya.
Dirinya berharap pemerintah memperbaiki jalan tersebut. Agar masyarakat yang biasa menjadi pengunjung pasar bisa lebih nyaman menikmati jalan di selatan pasar induk.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air, dan Bina Konstruksi Munandar mengatakan, untuk jalan rusak di Bondowoso, termasuk di jalan daerah pasar induk, tentunya akan diperbaiki. Dalam perbaikan jalan tersebut juga membutuhkan rekomendasi dari Gubernur Jatim. Sebab, jalan yang rusak di sekitar pasar ada yang masuk kewenangan provinsi. “Dalam waktu dekat pasti diperbaiki. Menunggu anggaran PAPBD (Perubahan APBD, Red) atau PAK (Perubahan Anggaran Keuangan, Red),” ucapnya. (aln/c2/dwi)
Editor : Safitri