BACA JUGA : Hacker Bjorka Terus Umumkan 'Dapur' Pemerintahan Indonesia
Kepala Puskesmas Maesan Bondowoso dr Yudia Candrawati mengatakan, musim pancaroba merupakan peralihan cuaca dari musim kemarau ke hujan atau sebaliknya. Pada perubahan itu, tak jarang ada gangguan kesehatan. Pada pancaroba seperti ini yang kerap terjadi adalah flu, batuk, hingga demam berdarah dengue.
Sementara itu, di Bondowoso cuacanya cukup dingin. Masyarakat perlu memperhatikan dan menjaga kebugaran tubuh. Terutama menjaga keasrian lingkungan rumah. Seperti mengantisipasi adanya genangan air. Sebab, pada tempat tersebut rawan menjadi sarang nyamuk. "Perlu antisipasi dan memberantas adanya lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk," ucapnya.
Pola hidup bersih sehari-hari juga perlu ditingkatkan. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi adanya serangan nyamuk saat beraktivitas di pagi dan siang hari. "Nyamuk itu suka dengan bau-bau tidak enak. Jadi, saat hendak tidur, upayakan ruangan harum dan kondisi tubuh juga wangi. Begitu pula tempat tidur, sudah bersih," terangnya.
dr Yudia menambahkan, pada musim hujan saat ini, masyarakat perlu secara tanggap untuk konsultasi ke fasilitas kesehatan saat merasakan gejala apa pun. Misalnya kondisi tubuh lemas tidak berdaya, makan tidak enak, atau gejala lainnya. Hal tersebut dikhawatirkan menjadi gejala dari demam berdarah. "Intinya, gejala apa pun segera diobati, sebelum kondisinya semakin parah," pungkasnya. (aln/c2/dwi)
Editor : Safitri