BACA JUGA : Gerakan Menanam di Rumah, Mulai Cabai hingga Toga
Kegiatan tata boga yang dilakukan siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) luar biasa di Lumajang itu rupanya menjadi sebuah keharusan. Setiap pagi siswa bersama guru piket kantin sibuk menyajikan menu makanan untuk pembeli nanti. Tergantung masing-masing guru piketnya. Tanpa terkecuali, baik diikuti oleh siswa maupun siswi.
Memang, tidak sepenuhnya proses pembuatan dilakukan siswa. Mereka cukup memasak dan menyajikannya. Dengan beberapa materi tata boga yang sudah diberikan sebelumnya. “Untuk yang membuat menunya bukan siswa. Dari guru piket. Mereka cukup membantu memasak, menyajikan, menggoreng, dan mengantarkan ke pembeli,” ucap Sri Aminah, Wakil Kepala SLB Lumajang.
Menurut dia, tujuannya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha sejak di bangku sekolah. Meskipun mereka mempunyai kekurangan dalam tubuhnya, tapi mereka mampu dan bisa menciptakan usaha baru. Sehingga lulus sekolah bisa membuka lapangan kerja.
“Tujuannya memang memberi modal wirausaha pada siswa. Salah satunya dengan tata boga ini. Jadi, mereka lulus enggak bingung kerja. Tapi mereka bisa menciptakan peluang kerja,” jelasnya. Keterbatasan yang mereka miliki juga tidak menjadi halangan untuk terus berkembang dengan potensi dan kemampuan yang dimiliki. (dea/c2/fid) Editor : Safitri