Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Perbaiki Tata Niaga Pupuk Subsidi

Safitri • Kamis, 8 September 2022 | 20:22 WIB
ilustrasi
ilustrasi
DABASAH, Radar Ijen – Persoalan kesulitan mendapatkan pupuk subsidi hingga harga yang berada di atas harga eceran tertinggi (HET) masih saja terus terjadi setiap tahunnya. Legislatif berencana akan membentuk panitia khusus (pansus) untuk mengurai dan menangani masalah itu. Sementara, eksekutif juga akan melakukan evaluasi terhadap distributor dan kios pupuk yang ada di Kota Tape.

BACA JUGA : Tujuh Santri Porsadin Akhirnya Difasilitasi

Ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Bondowoso Bambang Soekwanto mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evaluasi terhadap semua distributor nakal. Harapannya, keresahan masyarakat seperti sulitnya mendapatkan pupuk dan serta mahalnya harga yang harus dibayar tidak lagi dirasakan oleh masyarakat. "Kemudian, memperbaiki tata niaga pupuk bersubsidi tersebut," katanya.

Selain itu, pria yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso itu menegaskan akan melakukan pembaruan dalam data elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK). Dalam dua bulan ke depan, pihaknya akan kembali melaksanakan verifikasi dan validasi hingga tingkat desa. Hal itu, menurutnya, harus dikawal bersama, sehingga data yang dimasukkan benar-benar nyata. "Jangan sampai di e-RDKK ada tanah kuburan ataupun rumah-rumah dimaksudkan sebagai lahan pertanian," tegasnya.

Para penerima pupuk subsidi, lanjut Bambang, juga harus dipastikan sebagai petani dan masih hidup. Sebab, untuk dapat menerima pupuk bersubsidi, masyarakat harus terdata dalam e-RDKK. Sementara, beberapa waktu terakhir beredar kabar bahwa terdapat masyarakat yang sudah meninggal dunia terdaftar sebagai penerima. "Kami evaluasi lagi, karena tidak dilengkapi data. Hanya laporan biasa dan itu disangkal oleh distributor maupun kios," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir menyampaikan, terdapat beberapa penyebab yang membuat persoalan pupuk tak kunjung usai. Salah satunya masih ditemukan sejumlah kios nakal yang ada di Bumi Ki Ronggo. Termasuk di dalamnya pendataan petani yang masih dianggap kurang tepat. "Saya bukan tidak tahu pupuk datang pagi, malam diangkut lagi," tegasnya.

Menurutnya, jika tata kelola pupuk bersubsidi seperti itu, selamanya masalah tidak akan pernah selesai. Karenanya, pansus yang dibentuk nantinya akan melibatkan enam fraksi untuk membahas kendala apa yang terjadi dan bagaimana rekomendasi yang akan diberikan. "Contoh mencabut izin distributor, kios, dan sebagainya. Ada tindakan tegas kepada para distributor dan kios yang coba-coba (bermain curang, Red)," pungkasnya. (ham/c2/dwi)

  Editor : Safitri
#Headline #pupuk #Bondowoso