BACA JUGA : Minta Keringanan, Ibu Buang Bayi Hingga Tewas Dituntut Enam Tahun Penjara
Franchiska Ardian SB Skep Ners selaku Kepala Bagian Fasilitas dan Keselamatan RSBS Jember menjelaskan, pelatihan tersebut merupakan program kerja dari kesehatan dan keselamatan kerja rumah sakit (K3RS) yang rutin diadakan setiap tahun. Bukan hanya teori, tetapi juga disempurnakan dengan simulasi. Saat terjadi kebakaran misalnya, selain memakai alat pemadam api ringan (APAR), peserta juga mengetahui dan mengaplikasikan 4 helm yang tersedia di RSBS Jember dengan warna merah, putih, biru, dan kuning.
Setelah pelatihan, peserta sudah memiliki bekal dan memahami peran masing-masing sesuai dengan warna helm yang nantinya akan digunakan. “Dengan pelatihan ini, karyawan dapat mengutamakan keselamatan pasien dan mengetahui cara cepat menanggulangi kebakaran. Sebab, setiap titik ruangan yang ada di Rumah Sakit Bina Sehat sudah dilengkapi dengan APAR yang bisa digunakan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” jelasnya.
Franchiska melanjutkan, kunci utama saat tanggap darurat bencana dan penanggulangan kebakaran adalah tidak panik. Oleh karena itu, petunjuk serta jalur evakuasi sudah tersedia untuk membantu proses evakuasi pasien ataupun korban. “Kebakaran adalah salah satu jenis keadaan darurat yang berpotensi menjadi bencana. Bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, ketenangan dan kewaspadaan dalam menghadapi kebakaran menjadi kunci untuk mengontrol dan mengantisipasi kebakaran agar tidak meluas,” paparnya.
Dia menambahkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar terhindar dari bencana kebakaran. Di antaranya meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab personel, serta peningkatan kewaspadaan dan kesiagaan. Termasuk pengawasan terhadap bahan-bahan rawan terbakar serta adanya standar prosedur yang jelas pada setiap peralatan. “Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan latihan rutin dan berkelanjutan agar kewaspadaan terhadap bencana terus terasah,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur RS Bina Sehat Jember drg Yunita Puspita Sari P MKes mengatakan, sebagai pelayan kesehatan, penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta melatih diri terhadap bencana yang bisa terjadi kapan saja. Tentu hal tersebut memerlukan pelatihan yang rutin berkelanjutan agar tanggap darurat bencana tetap dimiliki seluruh karyawan. “Jika kami terlatih, pelayanan dapat diberikan secara optimal serta diharapkan seluruh pasien dan pengunjung Rumah Sakit Bina Sehat akan merasa aman,” katanya. (kr/c2/dwi)
Editor : Safitri