BACA JUGA : Aneh ! Merasa Berjenis Kelamin Netral, Maba Unhas Diusir Dosen
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kejadian baru diketahui setelah adanya kepulan asap dari salah satu bangunan gedung. Tak lama kemudian, kobaran api mulai terlihat. Tim pemadam kebakaran (damkar) Bondowoso yang mengetahui kejadian itu langsung mendatangi lokasi kejadian.
Achmad, saksi mata, mengaku melihat kepulan asap dari gudang sisi barat sebelum kebakaran hebat terjadi. Hal itu membuat warga yang juga mengetahui kejadian tersebut panik dan berhamburan untuk menyaksikan. "Lalu, kami melapor ke pihak pemadam," terangnya.
Kasatpol PP Bondowoso Slamet Yantoko mengakui, untuk memadamkan api yang menjalar begitu cepat itu pihaknya meminta bantuan kepada Damkar Jember. Tujuannya untuk mengirim sejumlah unit mobil pemadam.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis, api belum bisa dipadamkan. "Masih belum (padam, Red). Diperkirakan dua sampai dengan tiga hari," katanya.
Hal tersebut karena memang banyaknya barang-barang yang mudah terbakar. Terlebih, angin yang bertiup cukup kencang, membuat api sulit untuk dipadamkan. Petugas masih siaga di tempat kejadian, sembari terus berupaya memadamkan api. "Semoga hari ini (kemarin, Red) tidak angin dan api bisa kami padamkan," harapnya.
Selain itu, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun, kerugian diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah. Berdasarkan informasi dari pemilik gudang, kerugian diperkirakan sejumlah Rp 95 miliar. "Baik tembakau maupun bangunan dan alat-alat," pungkasnya. (ham/c2/fid) Editor : Safitri