Selain melihat wahana yang disediakan, pria yang akrab disapa Mas Menteri ini juga sempat memainkan alat musik Ronjhengan. Dia terlihat piawai memainkan alat musik tradisional itu, didampingi sejumlah warga. Lantunan nyanyian lagu tradisional, menambah merdunya suara yang dihasilkan.
Nada ketukan yang dihasilkan, juga terdengar seragam dengan suara yang dihasilkan oleh penabuh lainnya. Sesekali, pria berkacamata itu tampak tersenyum. Menikmati suara alat musik tradisional itu.
BACA JUGA: Warga Ijen Bondowoso Wajib Tahu Punya Hak dalam Tambang Geotermal
Setelah mencoba bermain Ronjhengan, Sandiaga kemudian membagikan kaus kepada para pemain alat musik itu. Kemudian, melanjutkan melihat wahana wisata yang ada. "Terimakasih Pak Menteri," ungkap sejumlah warga yang mendapatkan kaus.
Ronjhengan merupakan alat musik yang sudah sangat jarang terdengar. Bahkan saat ini, alat musik itu biasanya hanya dimainkan dalam acara acara tertentu saja. Seperti menyambut kedangan menteri, acara kebudayaan dan beberapa kegiatan budaya lainnya.
Ronjengan atau dalam bahasa Jawa disebut dengan Lesung, merupakan alat tradisional warisan para pendahulu. Alat ini terbuat dari kayu. Bentuknya menyerupai perahu berukuran kecil. Kemudian pemukulnya menggunakan Alu. Berbentuk seperti tongkat tapi besar dan panjang.
Pada zaman dahulu, alat musik itu awalnya diguakan oleh masyarakat untuk menumbuk padi. Namun, biasanya mereka memukulnya tidak bersamaan melainkan bergantian. Hal inilah yang menghasilkan nada yang enak untuk didengar. (*)
Reporter: Ilham Wahyudi
Foto : Ilham Wahyudi
Editor : Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal