Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Gagal Instagramable Malam Hari di Wisata Arak-Arak Bondowoso.

Safitri • Rabu, 3 Agustus 2022 | 22:22 WIB
MENIKMATI: Pengunjung wisata Arak-Arak, Bondowoso, saat datang berwisata. Sayangnya, beberapa fasilitas Arak-Arak mulai rusak.
MENIKMATI: Pengunjung wisata Arak-Arak, Bondowoso, saat datang berwisata. Sayangnya, beberapa fasilitas Arak-Arak mulai rusak.
BADEAN, Radar Ijen - Pemandangan Arak-Arak, Bondowoso, termasuk destinasi wisata yang cukup lama eksis. Lokasinya yang berada jalan perbatasan Bondowoso–Besuki, Situbondo, juga kerap kali menjadi rest area. Diperbaiki pada 2018 lalu, Arak-Arak menjadi tempat wisata instagramable. Namun, itu cerita dulu. Kini, beberapa fasilitas mulai rusak. Termasuk lampu penerangan.

BACA JUGA : Jokowi Ungkap Isi Pertemuan Bersama Pemimpin Dua Negara

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, keberadaan fasilitas mulai rusak paling terasa adalah saat menjelang malam, lampu penerangan wisata Pemandangan Arak-Arak tak kunjung menyala. Pada malam hari wisata yang menyajikan pemandangan alam tersebut gelap.

Terbatasnya sentuhan pemerintah serta banyaknya kerusakan fasilitas itu diakui Michael Dhany Adi Putra. Pria yang berjualan di stan Arak-Arak tersebut mengatakan, saat ini fasilitas bekas perbaikan tahun 2018 lalu sudah banyak yang rusak. "Wisata ini di ruang terbuka. Terkena hujan dan panas, sehingga lebih cepat rusak bila tidak ada perawatan," terangnya.

Menurutnya, perbaikan tidak dilakukan oleh pemerintah dengan alasan wisata itu sering ditempati monyet. Dirinya sangat menyayangkan jika hal itu menjadi alasan utamanya. Pasalnya, tempat tersebut sejak dahulu menjadi hunian monyet.

Kata Dhany, pembangunan wisata harus dilakukan utuh, tidak setengah-setengah. Dhany menyampaikan, saat sore beberapa view yang seharusnya menjadi nilai tawar bagi pengunjung, sekarang tidak dapat dinikmati. "Lampu tidak ada dan hanya satu yang menyala. Bagaimana pengunjung bisa menikmati. Pemasangannya saja sembarangan," ungkapnya.

Menurutnya, wajar jika monyet dianggap menjadi perusak. Sebab, lampu tidak ada pelindung apa pun. Dirinya menambahkan, setiap pembangunan wisata, tentunya juga dilengkapi dengan dana perbaikan. Namun, hingga saat ini perbaikan itu tidak ada sama sekali hingga beberapa fasilitasnya rusak dan tidak layak difungsikan. "Harusnya perbaikan itu jangan sampai menunggu rusaknya," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mulyadi mengatakan, proses perbaikan kerusakan masih diajukan kepada pemerintah daerah. Sebab, wisata tersebut menurutnya merupakan aset daerah. "Dua tahun kami refocusing anggaran karena Covid-19. kami sudah ajukan ke Pemkab Bondowoso dan semoga saja cepat cair," ungkapnya.

Mulyadi mengakui penerangan sudah mengalami kerusakan dan saat ini hanya tersisa satu lampu. Menurutnya, kerusakan itu tidak terlepas dari keberadaan monyet di lokasi wisata Arak-Arak itu. "Bisa lihat sendiri saat sore, monyet banyak turun ke lokasi wisata. Apalagi sekarang musim kemarau, pasti mereka cari makan di lokasi itu (Arak-Arak, Red)," urainya.

Dirinya menyatakan, melakukan perbaikan pada wisata Arak-Arak jauh berbeda dengan wisata lain di Bondowoso. Pasalnya, dirinya harus melakukan review konstruksi untuk menyesuaikan dengan kondisi di lokasi wisata. "Konstruksinya harus dimatangkan agar tidak rusak dalam setahun. Keberadaan monyet itu yang lepas dari perhitungan," ulasnya.

Sembari menunggu dicairkannya dana renovasi, perbaikan tetap dilakukan oleh para petugas di lokasi. Hal itu dilakukan pada kerusakan fasilitas yang kecil saja. Sementara, kerusakan besar lainnya masih menunggu dana yang sudah diusulkan pada pemerintah daerah.  (aln/c2/dwi)

 

  Editor : Safitri
#Wisata #Bondowoso