BACA JUGA : BNI Lumajang Sukseskan Akad Massal FLPP 5.476 Debitur FLPP
Miftahul Huda, juru bicara PKL Jalan Santawi, meminta kepada pihak pemerintah daerah (pemda) setempat, khususnya Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag), untuk lebih aktif dalam memikirkan nasib para pedagang. Sebab, saat ini mereka sangat membutuhkan perlindungan dan pengayoman dari pemerintah setempat. Selain itu, dia berharap dinas terkait tidak hanya bergerak ketika ada keluhan atau komplain dari pihak ketiga. "Mereka punya keluarga dan bagian dari warga negara," imbuh pria yang juga menjadi Direktur Lembaga Perlindungan dan Pengkajian Kebijakan Publik (LP2KP) Bondowoso itu.
Pihaknya bersyukur dengan adanya media antara PKL Jalan Santawi dengan beberapa pihak terkait lainnya. Sebab, aspirasi mereka dapat tersampaikan dengan baik. Hal yang terpenting lainnya adalah tempat mereka berjualan masih tetap bisa digunakan.
Para PKL, lanjut Miftah, siap melakukan kerja sama, baik dengan PTPN maupun dengan pihak pengembang kawasan tersebut. Dengan catatan keberadaan mereka tidak didepak atau digusur. "Mereka siap jika harus sharing penghasilan," jelasnya.
Miftah mengungkapkan jika solusi kerja sama tersebut merupakan jalan keluar terbaik. Sebab, dengan kerja sama, semua pihak akan sama-sama dapat untung. Karena kepentingan usaha dari perusahaan itu tercapai, begitu pula dengan kepentingan pedagang. "Tak perlu ada rame-rame. Di pertemuan selanjutnya akan dipaparkan rencana pembangunannya," pungkasnya. (ham/c2/fid)
Editor : Safitri