Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Obat-obatan untuk Hewan Mulai Langkah dan Harganya Naik

Safitri • Jumat, 17 Juni 2022 | 21:06 WIB
ilustrasi
ilustrasi
DABASAH, Radar Ijen - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di Bondowoso terus menunjukan trend meningkat. Bahkan di seluruh kecamatan yang ada, semuanya ditemukan kasus tersebut. Sayangnya semakin meningkatnya PMK, tidak dibarengi dengan kondisi obat obatan.

BACA JUGA : Awetkan Sayur tanpa Freezer

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, jumlah sapi yang terpapar PMK hingga Rabu (8/6) sudah menyentuh angka 634 ekor. Mirisnya, meskipun sudah diawasi dan dilarang untuk dijual dan dipotong, masih terdapat dua ekor sapi yang positif PMK yang dijual dan dipotong.

Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso drh Cendy Herdiawan mengatakan, pemberian obat kepada sapi yang tertular PMK bukan hanya satu jenis saja. Mulai dari antibiotik, antipiretik untuk panas, antihistamin untuk mengurangi sariawan serta multivitamin lainnya.

Pihaknya juga berharap masyarakat dapat memperoleh pelayanan penanganan PMK ini secara gratis. Tapi di sisi lain, obat-obatan yang dibutuhkan saat ini sudah mulai langka. Mengingat penyakit satu ini hampir terjadi di seluruh daerah. "Harus disiapkan dan bila perlu harus memesan terlebih dahulu untuk obat-obatan," bebernya.

Biasanya memang pembelian obat obatan untuk hewan dilakukan dengan memesan ke luar daerah. Karena toko penyedia obat hewan di Bondowoso dianggap terbatas. Kondisi langkanya obat ini, ternyata juga berdampak pada harga jual. "Kalau kemarin (sebelum PMK, Red) dijual dengan harga Rp 1.500 sekarang bisa Rp 3 ribu," pungkasnya. (ham/c1/dwi) Editor : Safitri
#PMK #Bondowoso