Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Ojek Pendakian Kawah Ijen Bergeliat Lagi

Safitri • Kamis, 2 Juni 2022 | 19:48 WIB
KERJA KERAS: Salah satu pengangkut batu belerang ketika mendaki Kawah Ijen. Selain mengangkut belerang, biasanya mereka juga menyediakan jasa ojek troli.
KERJA KERAS: Salah satu pengangkut batu belerang ketika mendaki Kawah Ijen. Selain mengangkut belerang, biasanya mereka juga menyediakan jasa ojek troli.
KALIANYAR, Radar Ijen - Ketika melakukan pendakian ke Kawah Ijen, salah satu yang pasti ditemui adalah sejumlah warga yang bekerja sebagai pekerja tambang belerang. Memakai troli, mereka naik turun untuk mengangkut belerang. Selain itu, troli tersebut bisa dimanfaatkan sebagai armada ojek.

BACA JUGA : Buron Lebih Sebulan, Pencuri Rel Kereta Lori di Jember Tertangkap

Bagi pendaki yang tidak kuat naik sampai ke puncak Kawah Ijen, tentu saja keberadaan penambang belerang dengan troli menjadi solusi. Biasanya pekerja belerang itu membawa wisatawan menggunakan troli roda dua dengan cara ditarik oleh satu orang atau lebih, baik saat mendaki maupun turun.

Ironisnya, sejak pandemi Covid-19 melanda, dua tahun terakhir, tidak jarang para pekerja banting setir dan beralih profesi. Mulai dari mencari sayur di hutan, hingga hanya mencari rumput untuk hewan ternak mereka. Bahkan tak jarang juga sebagian pekerja harus menjual barang-barang berharga mereka untuk mencukupi kebutuhannya.

Zaini, salah seorang pekerja ojek troli pendakian Kawah Ijen asal Kabupaten Banyuwangi, mengaku, dia terpaksa selama dua tahun terakhir pergi ke hutan mencari sayur pakis. Selanjutnya, dijual di pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Kemudian, pada 30 April lalu, dirinya memutuskan untuk mulai kembali ke pekerjaan utamanya.

Meski tidak banyak, setidaknya Zaini bersama teman-temannya bisa mengangkut pendaki dengan nominal Rp 800 ribu setiap angkutan naik turun pendakian Kawah Ijen. Bahkan, dirinya mengaku telah divaksin booster sebagai salah satu persyaratan untuk bisa kembali bekerja di tempat pendakian.

Sahamo, penyedia jasa ojek troli lainnya, juga mengaku antusias dengan dibukanya kembali pendakian Kawah Ijen. Dengan demikian, dirinya bisa kembali menawarkan jasa ojek troli kepada wisatawan. Meski, menurutnya, jumlah pengunjung memang belum sebanyak sebelum pandemi.

Dalam sehari, biasanya Sahamo mampu mengangkut sedikitnya dua pendaki. Tergantung beratnya pendaki yang menyewa jasanya. Untuk nominalnya, seluruh pemberi jasa itu memberikan tarif seragam. Untuk naik turun Kawah Ijen ongkosnya per penyewa jasa dibanderol dengan tarif Rp 800 ribu. Jika hanya naik atau turun Rp 600 ribu.

Sementara itu, Mardesis Nurhayati, penjaga Situs Ijen Geopark di wilayah Paltuding, juga menyebut, sejak 30 April lalu memang sudah terjadi peningkatan wisatawan. Bahkan, wisatawan mancanegara juga sudah mulai berdatangan. Terlebih, waktu pendakian dimulai pukul 02.00, sehingga kesempatan untuk melihat blue fire lebih besar. "Wisatawan mancanegara sekarang mulai berkunjungan," pungkasnya. (ham/c2/dwi) Editor : Safitri
#Wisata #Ijen #Bondowoso