Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Ekor Sapi Tertular PMK

Safitri • Kamis, 2 Juni 2022 | 18:46 WIB
MEMPRIHATINKAN: Sejumlah petugas kesehatan hewan ketika melakukan penyuntikan terhadap sejumlah sapi yang terkonfirmasi positif PMK di Kecamatan Wringin. 
MEMPRIHATINKAN: Sejumlah petugas kesehatan hewan ketika melakukan penyuntikan terhadap sejumlah sapi yang terkonfirmasi positif PMK di Kecamatan Wringin. 
DABASAH, Radar Ijen - Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Bondowoso semakin memprihatinkan. Pasalnya, saat ini sudah terdapat 54 sapi yang terkonfirmasi positif. Meski demikian, belum ditemukan ternak yang mati.

BACA JUGA : Dua Kali Letusan dalam Sehari, Semeru Keluarkan Asap Putih

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, kasus sapi yang terkonfirmasi PMK terbanyak berada di Kecamatan Wringin. Terdapat 25 sapi yang tertular. Mirisnya, belasan di antaranya terkonfirmasi pada hari yang sama. Kemudian, Kecamatan Binakal dengan enam kasus, serta Kecamatan Jambesari dan Taman Krocok masing-masing lima kasus. Beberapa kecamatan lainnya juga ditemukan kasus yang sama.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bondowoso Muhammad Halil mengatakan, meskipun sudah ditemukan 54 kasus PMK, Bondowoso masih berstatus tertular. Mengingat, jumlah populasi hewan ternak secara keseluruhan mencapai 230 ribu ekor lebih. "Sapi-sapi itu tertular dari daerah lain," jelasnya.

Padahal, menurutnya, selama beberapa waktu terakhir pihaknya sudah melakukan pengawasan lebih ketat. Baik terhadap hewan ternak yang keluar maupun masuk ke wilayah Kota Tape. "Setelah kami tracing, hewan yang tertular berasal dari pasar. Bukan murni dari peternak," jelasnya.

Selain itu, Halil juga menuturkan, secara resmi belum terbentuk satgas PMK Bondowoso. Sebab, belum ada petunjuk teknis dan pelaksanaan resmi. Meski demikian, Dia mengaku sudah melakukan tugas-tugas dari satgas. Seperti melakukan tracing dan pemeriksaan hingga pengawasan terhadap sapi milik warga.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjual sapinya yang terkonfirmasi PMK. Termasuk tidak mengumpulkan dengan sapi lain. Mengingat tingkat penularan penyakit itu terbilang cepat. "Diawasi oleh puskeswan setempat," pungkasnya. (ham/c2/fid) Editor : Safitri
#Bondowoso hari ini #Bondowoso