BACA JUGA : Raih Emas di SEA Games, Perbasi Langsung Fokus FIBA Asia Cup
Hal itu dikatakan oleh Deni Kurniawan Efendi, Ketua Umum Indonesian Woodball Association (IWBA) Bondowoso, ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen. Menurutnya, saat ini pihaknya sudah menjaring sebanyak delapan atlet yang siap bertanding dalam Porprov mendatang. "Ada empat cowok dan empat cewek yang kami kirimkan," jelasnya.
Ternyata, di Bumi Ki Ronggo cabang olahraga satu ini baru berdiri sejak 2021 lalu. Oleh sebab itu, sasaran dari atlet yang diikutkan di Porprov masih berstatus pelajar. Meski demikian, pihaknya sudah melakukan seleksi atlet terlebih dahulu. Serta secara rutin menggelar latihan. Baik fisik maupun teknik. Mengingat target yang dicanangkan adalah menjadi juara dan mendapatkan medali emas.
Dia akan memaksimalkan bermain di nomor pertandingan beregu atau tim. Sebab, peluang untuk meraih medali emas dianggap lebih banyak. Walaupun secara regulasi setiap atlet dapat mengikuti dua kelas atau dua nomor sekaligus. Didukung dengan para atlet yang dianggap sudah siap dan dapat diandalkan untuk bertanding nantinya, pihaknya sangat optimistis Bondowoso bisa meraih emas di woodball.
Terlebih, tidak semua kabupaten/kota di Jatim sudah memiliki asosiasi woodball dan ikut berlaga dalam Porprov. Penentu kemenangan dari cabor ini terdapat dua macam. Di antaranya far away, yakni memasukkan bola ke gawang dengan melewati beberapa lintasan. Atlet yang berhasil paling banyak memasukan bola ke gawang, maka dinyatakan sebagai pemenangnya. Selanjutnya adalah struck atau pemukulan bola paling sedikit dan masuk ke gawang adalah pemenangnya. "Yang dibutuhkan adalah akurasi," bebernya.
Cabang olahraga modifikasi dari golf ini dimainkan mirip dengan golf. Bedanya, stik atau tongkat pemukulnya menggunakan kayu. Kemudian, jika bola dalam golf harus masuk ke dalam lubang, maka dalam woodball harus dimasukan ke gawang khusus, dengan cara dipukul. Namun, juga ada lintasannya. “Jadi, gak boleh keluar lintasan. Kalau keluar ada hukumannya," pungkasnya. (ham/c2/dwi)
Editor : Safitri