Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyampaikan protes dengan melayangkan surat. Surat tuntutan itu dikirimkan ke DPRD Bondowoso dan diterima oleh Sekretaris Dewan (Sekwan) Sholikin. Ada sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam surat itu, setelah mahasiswa melakukan kajian matang.
Ketua Umum HMI Bondowoso-Situbondo Moh Syekh Zainol Hali mengatakan, surat itu menuntut DPRD Bondowoso agar menyatakan penolakan terhadap penundaan pemilu. Selain itu, juga meminta DPRD memberikan pernyataan sikap secara lisan dan tulisan agar pemerintah mengembalikan harga bahan pokok seperti semula. “Kami dari HMI melayangkan surat agar ditindak lanjuti dengan baik oleh DPRD,” katanya.
BACA JUGA: Jelang Lebaran, Harga Bahan Makanan Melambung
Menurutnya, dalam surat yang dilayangkan itu terdapat lima tuntutan. Baik yang menyangkut isu nasional maupun lokal. Yakni, menolak penundaan pemilu karena tidak sesuai dengan konstitusi, mendesak agar pemerintah menurunkan harga BBM, mendesak stabilisasi harga kebutuhan pokok, mendesak Pemkab Bondowoso agar lebih memperhatikan sektor pendidikan, serta mendesak DPRD Bondowoso melakukan pernyataan sikap pada poin 1, 2, dan 3 secara kelembagaan. Baik berupa surat maupun pernyataan dalam bentuk video.
Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Moh Ikrom Suharyadi menambahkan, surat tersebut akan dikawal semaksimal mungkin. Dia menegaskan, jika surat itu tidak ditindaklanjuti oleh DPRD, maka pihaknya akan menggelar aksi susulan dengan membawa massa yang lebih banyak.
Sementara itu, Ketua DPRD Bondowoso H Ahmad Dhafir mengaku dirinya sedang berada di Yogyakarta. Meski demikian, dia menyampaikan telah menyampaikan kepada Sekwan agar menindak lanjuti surat tersebut. “Saya sudah perintahkan Pak Sekwan agar hari ini mengirimkan surat tuntutan dimaksud ke DPR RI,” jelasnya, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp oleh Jawa Pos Radar Ijen. (*)
Reporter: Zaini Dahlan
Fotografer: Zaini Dahlan
Editor: Mahrus Sholih Editor : Maulana Ijal