Menurut Muhammad Hidayatullah, manajer tim putri Bondowoso, skuadnya sudah dibentuk sejak dua bulan lalu. “Persiapan kami sudah berjalan kurang lebih dua bulan,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.
Meskipun sudah dua bulan memanaskan tim, namun hingga saat ini mereka belum menemukan tim dengan skuad kompetitif. “Sekarang ini pemain yang berada di tim kami sifatnya masih tambal sulam. Promosi degradasi pemain masih berlaku. Karena stok pemain putri di Bondowoso masih minim,” jelasnya.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Yayak ini mengatakan, hingga kini ada 21 pemain sementara di timnya. “Tapi, di Porprov ini rencana kami akan daftarkan 22 pemain. Karena minimal pemain yang didaftarkan, ya, 22 itu, dengan usia di bawah 21 tahun,” imbuhnya.
Terakhir, hari Jumat (24/9) lalu, tim putri Bondowoso melakukan uji tanding ke Stadion Notohadinegoro Jember melawan tim putri Jember. Hasilnya pun belum memuaskan. Bondowoso harus mengakui keunggulan tuan rumah 3-0. Dua gol tim putri Jember berasal dari tendangan 12 pas.
“Sekarang kami sudah mulai menemukan kerangka tim. Tinggal mencoba-coba dulu sementara dan melihat progresnya ke depan,” lanjut Yayak. Kini, tim juga sudah mulai intensif latihan. Dalam sepekan mereka berlatih dua kali. Yakni di Lapangan Perintis dan Stadion Magenda. “Kami juga sempat ikut trofeo bersama tim Banyuwangi dan Kalisat. Alhamdulillahi, anak-anak juara,” pungkasnya.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri