Para relawan tersebut sangatlah dibutuhkan. Sebab, saat ini banyak tenaga medis di Kota Tape yang terpapar Covid-19 dan sedang dalam proses penyembuhan. Alias masih dalam kondisi isolasi mandiri (isoman).
Direktur RSUD dr Koesnadi Bondowoso dr Yus Priatna menerangkan, para relawan tersebut berasal dari rekrutmen harian maupun tenaga dari puskesmas yang diperbantukan ke berbagai unit rumah sakit. "Sejumlah 25 orang itu diperbantukan ke semua unit yang berhubungan dengan Covid-19," paparnya saat dikonfirmasi.
Tak hanya menambah relawan kesehatan, RSUD Koesnadi juga menambah pasokan tabung oksigen guna mengimbangi jumlah pasien yang terus bertambah. Sebab, diakuinya, untuk menangani pasien saat ini bergantung pada oksigen dan obat yang memadai. "Pasien Covid-19 jumlahnya banyak, ya, persediaan harus banyak. Jadi, harus ada perimbangan antara jumlah pasien dengan jumlah obat dan oksigen," terangnya.
Dengan kondisi saat ini, ia berharap masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan massa, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan mengurangi mobilitas di luar rumah.
Sebelumnya diberitakan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur telah mengirim bantuan 25 tabung oksigen berukuran 6 meter kubik untuk RSUD Koesnadi. Bantuan tabung seharga Rp 4,5 juta per unit tersebut diterima langsung RSUD Koesnadi pada Rabu (4/8), sekitar pukul 04.30.
Yus Priatna menerangkan, sebelumnya pihaknya memang mengajukan bantuan tabung oksigen kepada Pemprov Jatim. Selain 25 unit tabung oksigen, RSUD Koesnadi juga mendapat bantuan berupa oxygen concentrator sebanyak 10 unit. "Jadi, pengajuan kami beberapa item, yang dipenuhi sudah dua," pungkasnya.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Safitri