Plt Direktur RSU Koesnadi Bondowoso dr Yus Priatna menjelaskan, untuk mendapatkan plasma konvalesen tidaklah mudah dan bergantung pada kesadaran pendonor darah yang dikelola oleh PMI. "Kalau pas pendonornya banyak, ya, persediaannya banyak. Cukup sulit mencarinya. Karena tergantung pada adanya pendonor atau tidak," jelasnya saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen.
Dijelaskan, rata-rata rumah sakit membutuhkan darah plasma konvalesen sebanyak lima hingga sepuluh kantung per hari. Golongan darah yang dicari pun bergantung pada kebutuhan golongan darah pasien. "Karena di RSU dr Koesnadi ini khusus yang pasien berat, sangat banyak kebutuhan plasmanya. Cuma kan produksinya bukan seperti obat," lanjutnya.
Selain itu, darah plasma konvalesen dibutuhkan dari pendonor yang pernah terpapar Covid-19, minimal kategori sedang hingga berat. "Kalau pasien kategori ringan, antibiotiknya kurang kuat. Tapi, kadang semua diterima, yang ringan juga diterima," paparnya.
Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan darah di RSU dr Koesnadi, PMI Bondowoso telah membuka layanan donor darah plasma konvalesen. Pihaknya juga membantu PMI dengan membuat pengumuman kepada masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya. "Tapi, tidak bisa setiap hari. Kadang cuma event-event tertentu. Satu bulan atau dua minggu sekali," ungkapnya.
Menurutnya, semua produksi darah harus melalui PMI. Sebab, secara regulasi, RSU dr Koesnadi Bondowoso belum mendapatkan wewenang khusus dari Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan darah. "Tidak bisa. Tetap produk darah harus melalui PMI," tambahnya.
Rumah sakit akan memeriksa sampel darah untuk kemudian diserahkan kepada PMI. PMI pun akan menarik biaya untuk pengolahannya, sehingga rumah sakit sudah siap untuk mentransfusikan kepada pasien. "Kita tinggal memasukkan darah plasmanya saja," lanjutnya.
Untuk itu, dia berharap masyarakat atau penyintas Covid-19 mendonorkan darahnya untuk dijadikan plasma. Sebab, plasma konvalesen diakuinya sangat membantu menurunkan mortalitas atau risiko kematian pasien Covid-19.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Safitri