Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Warga Waswas Dampak Pemadaman Lampu Jalan Rawan Kecelakaan dan Kriminalitas

Radar Digital • Kamis, 15 Juli 2021 | 16:41 WIB
Ilustrasi Dok Radar Jember
Ilustrasi Dok Radar Jember
JEMBER, RADARJEMBER.ID - Diketahui, pemadaman penerangan itu dilakukan di semua jalan protokol, pasar induk, Alun-Alun RBA Ki Ronggo, dan semua titik yang dinilai bisa menimbulkan kerumunan. Selain itu, pemadaman juga dilakukan di sejumlah jalan utama yang menghubungkan dengan kecamatan dan kabupaten tetangga.

Jalan penghubung itu di antaranya Jalan Raya Bondowoso-Jember, Jalan Raya Bondowoso-Situbondo, serta jalan menuju Kecamatan Pujer, Tamanan, dan semua ruas jalan yang terdapat PJU.

Sugiarto, salah seorang warga Kecamatan Tamanan, mengaku, jalanan sangat mencekam karena pemadaman PJU tersebut. "Pas saya pulang kerja, gelap. Apalagi di jalan yang jauh dari rumah warga," katanya, kemarin (14/7).

Pemadaman PJU tersebut, kata pemuda 28 tahun itu, dilakukan sebelum masuk pukul 20.00. "Setelah Magrib sudah mati semua lampu-lampu di pinggir jalan," ucapnya.

Meski tujuan pemerintah untuk mengurangi mobilitas saat pandemi Covid-19, tetapi ia mengkhawatirkan terjadi kecelakaan karena jalanan gelap. "Apalagi jalan dari kota menuju Tamanan, jalannya banyak yang berlubang. Jadi, bisa rawan kecelakaan," jelasnya.

Hal serupa juga diakui oleh Nizam, warga Kecamatan Tlogosari. Jalanan menuju rumahnya di Tlogosari menjadi gulita. Pria satu anak ini khawatir, terjadi kriminalitas seperti penjambretan, begal, dan sebagainya. "Dari arah kota menuju rumah saya banyak lokasi yang jauh dari rumah warga. Betul-betul sepi. Siapa yang bisa menjamin keamanan kami," ujarnya.

Ia tak keberatan adanya pemadaman PJU, asalkan di titik rawan kecelakaan dan kemungkinan adanya kriminalitas tetap dinyalakan. "Kalau mau dipadamkan semua, saya berharap di titik rawan kejahatan dijaga petugas. Jadi, kebijakan itu juga harus ada antisipasinya," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso Aris Agung Sungkowo menjelaskan, seluruh PJU memang dimatikan selama PPKM darurat. "Pemadaman dilakukan dari pukul 17.00 sampai 03.00 pagi," kata Agung melalui pesan WhatsApp.

Menurut dia, kebijakan tersebut dijalankan berdasarkan hasil keputusan satgas Covid-19. Tujuannya untuk membatasi mobilitas masyarakat di tengah masa pandemi. Serta berbagai tujuan lainnya. "Juga untuk mencegah kerumunan masyarakat," imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi terkait penghematan biaya, dia mengaku masih menunggu perhitungan tagihan dari PLN tiap bulannya. Namun, dia enggan menjelaskan lebih lanjut soal pemadaman penerangan jalan umum di Bondowoso tersebut. Apakah tetap diberlakukan hingga masa PPKM darurat selesai atau akan diperpanjang. Aris beralasan, dirinya masih rapat. "Masih rapat," jawabnya singkat.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital
#Lakalantas #Infrastruktur #Bondowoso #PJU