Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Tangkal Korona dengan Bakar Garam

Radar Digital • Sabtu, 10 Juli 2021 | 16:22 WIB
BAKAR GARAM: Sejumlah warga di Bondowoso meyakini membakar garam bisa menangkal virus penyakit. Salah satunya virus korona.
BAKAR GARAM: Sejumlah warga di Bondowoso meyakini membakar garam bisa menangkal virus penyakit. Salah satunya virus korona.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Di tengah meningkatnya kasus Covid-19, sejumlah masyarakat Bondowoso melakukan beragam ritual yang disebut sebagai ikhtiar untuk menangkal virus korona ini. Seperti selamatan menggunakan serabi dan ketupat. Lengkap diikuti dengan doa bersama di lingkungan masing-masing.

Terbaru, masyarakat ramai-ramai membakar segenggam garam di perapian. Meski tak disarankan oleh ahli kesehatan secara langsung, namun mereka meyakini pembakaran garam ini sebagai upaya untuk menangkal virus korona dan penyakit lainnya.

Seperti disampaikan Sri Ningsih, salah seorang warga Desa Kembang, Kecamatan Bondowoso. Ia bersama warga lainnya sudah sekitar tiga malam terakhir membakar segenggam garam, segenggam beras jagung, dan lima buah cabai. Aksi ini dilakukan nyaris oleh semua warga di lingkungan rumahnya. "Ini kata salah satu tokoh agama dari Madura, untuk menangkal berbagai penyakit, karena sekarang sedang wabah. Seperti dulu ini, mengusir tha'un," ujarnya.

Sri mengaku tak tahu bagaimana penjelasannya jika dilihat dari sisi kesehatan. Namun, dirinya menyebut ini adat yang sudah diyakini masyarakat sejak zaman dulu.

Hal senada disampaikan oleh Sumantri, warga Gang Pasar, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso. Dia mengetahui bahwa belum ada penelitian pasti dari ahli kesehatan tentang cara membakar garam untuk menangkal virus korona. Namun demikian, adat ini telah dipercaya untuk mengusir penyakit yang ada di kampung. Sebab, dinilainya Covid-19 itu takut terhadap panas.

"Seandainya ada Covid-19 yang lewat di halaman rumah, mungkin mati karena takut panas. Itu sebenarnya nenek moyang, ini di luar dari ilmu teknologi. Keyakinan orang per orang," terang Sumantri.

Kevin, warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Tegalampel, pun mengakui hal serupa. Keluarganya juga ikut membakar garam karena disebut bisa menangkal virus korona. "Ini usaha. Kalau dari penjelasan kesehatan ya tidak tahu. Katanya ini adat dari nenek moyang," tuturnya.

Nufafah, warga Desa Pakuwesi, Kecamatan Curahdami, menyebut, hampir setiap malam warga membakar garam di perapian. Di setiap depan rumah warga, semuanya membakar garam di perapian. "Di pinggir jalan juga dibakari garam oleh warga," tutupnya.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital