Terlihat aparat kepolisian juga membawa sejumlah tulisan yang berisi imbauan serta penjelasan terkait pelaksanaan penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat selama 3-20 Juli mendatang. Selain itu, mereka juga membawa keranda mayat lengkap dengan penutup kain berwarna hijau bertuliskan “Korban Covid-19”. Sebuah boneka pocong juga terlihat diletakkan di samping keranda tersebut.
Kanit Dikyasa Satlantas Polres Bondowoso Ipda Suminar mengatakan, agenda tersebut dalam rangka memberikan edukasi kepada masyarakat, bahwa ketika lalai dalam penerapan prokes, maka bisa saja tertular virus ini. Akhirnya, yang akan terjadi nasibnya akan sama seperti pocong tersebut. “Pocong ini menggambarkan korban Covid-19,” tegasnya.
Selain itu, dia juga menerangkan bahwa adanya boneka pocong yang diikutkan dalam upaya memberikan pemahaman itu bukan dalam rangka untuk memberikan efek takut di masyarakat. Tapi, murni untuk mengedukasi agar masyarakat tertib, sehingga Bondowoso bisa cepat pulih seperti semula.
Pihaknya mengaku, biasanya kegiatan semacam ini dilakukan di simpang tiga atau simpang empat yang berada di wilayah kota. Kegiatan itu akan berlangsung setiap hari, selama masa PPKM darurat berlangsung.
Melalui langkah ini, dia berharap setiap masyarakat bisa sadar akan pentingnya protokol kesehatan. Khususnya bagi para pengendara yang melakukan perjalan. “Sehingga nantinya bisa menekan angka jumlah kasus Covid-19 di Bondowoso,” imbuh Suminar.
Saat ini, Kota Tape masih termasuk dalam zona merah atau dalam kondisi dengan tingkat penularan tinggi. Setiap hari selalu ada penambahan kasus terkonfirmasi positif. Selain itu, kasus kematian akibat virus ini juga dinilai masih tinggi.
Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga diri, menjaga kesehatan masing-masing, serta menjaga orang lain. Caranya dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah. Hal itu dinilai juga bagian dari menjaga negara Indonesia. “Mari kita berdoa bersama agar korona segera hilang dari Bondowoso,” tandasnya.
Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti Editor : Radar Digital