Meski begitu, Pemkab Bondowoso terus melanjutkan persiapan praasesmen oleh Badan Geologi pada Agustus minggu ketiga. Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Pariwisata, Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso Arif Setyo Raharjo. "Pada Juni-Juli ini kami masih persiapan beberapa hal di lapangan, baik fisik maupun nonfisiknya," katanya.
Adapun persiapan infrastruktur, Arif menyebut bahwa baru menyelesaikan produk perencanaan sebesar 40 persen. Namun, pihaknya menargetkan pertengahan Agustus telah rampung sesuai dengan termin triwulan kedua dan ketiga.
"Kalau nonfisiknya, sosialisasi segala macam secara masif kami lakukan. Bahkan teman-teman dari sekolah, pelajar, mahasiswa, banyak yang melakukan program School Goes to Geopark," paparnya.
Pada skala prioritas sesuai dengan rekomendasi praasesmen kedua, yakni pemenuhan sarana dan prasarana serta penguatan sadar wisata di SDM yang ada di sekitar situs Geopark. Misalnya di Kawah Wurung, Solor, Plalangan, air panas Blawan, Paltuding, dan lainnya.
"Itu titik seperti toilet, area parkir, papan-papan rambu wisata, gazebo, papan interpretasi, sudah mulai kami garap," ujar Arif.
Sedangkan persiapan nonfisik, pihaknya akan mengumpulkan para kepala desa, perangkat kecamatan, kelompok sadar wisata, penjaga destinasi dan situs di Kecamatan Ijen. "Minggu depannya di daerah Cermee," lanjutnya.
Dengan segala persiapan tersebut, diharapkan Ijen Geopark dapat menarik kunjungan wisatawan dalam rangka penguatan ekonomi di Bondowoso.
Jurnalis: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor: Solikhul Huda Editor : Safitri