Pemasangan rambu pendahulu petunjuk jurusan (RPPJ) pun belum banyak untuk mengarahkan calon pengunjung yang hendak ke situs. Progres pemasangan rambu penunjuk jalan ke arah situs oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) masih sebatas hitungan jari saja.
Menurut Sudiyono, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Perhubungan DLHP, sebelum bulan Ramadan kemarin, pihaknya memasang empat rambu penunjuk jalan Ijen Geopark. Rambu berwarna cokelat tersebut dipasang di empat titik. Salah satunya, di depan kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Jalan KH Asyari, Kademangan, Kecamatan Bondowoso.
“Pemasangan rambu-rambut berwarna cokelat itu menjadi rambu petunjuk ke arah destinasi wisata. Pemasangannya pun harus berada di jalan umum,” ungkap Sudiyono.
Meski begitu, Sudiyono menyebutkan, pihaknya juga sudah memasang rambu-rambu pendukung lalu lintas lainnya yang berkaitan dengan kawasan Ijen Geopark. Dirinya mengaku, ada 51 titik pemasangan untuk rambu-rambu lalu lintas tersebut. “Ya seperti rambu belok ke kiri, rambu penanda ketinggian, dan sebagainya lah,” paparnya.
Bahkan, pihaknya sempat mengusulkan pengadaan dan pemasangan untuk rambu pendukung lainnya. Seperti rambu cermin. Dengan istilah khusus “cermin tikungan” atau safety mirror. Cermin ini menjadi salah satu pendukung keselamatan berkendara.
Biasanya terletak di tikungan-tikungan yang cukup tajam. Selain itu, diletakkan di sudut jalan yang tidak memungkinkan bagi pengendara untuk melihat lintasan berikutnya. “Sudah direncanakan diusulkan. Tetapi, karena refocusing, akhirnya ditunda,” kata dia.
Padahal, rambu semacam cermin tikungan itu sangatlah penting di jalan berkelok kawasan Ijen. Terlebih, dengan jalan yang lebar dan tikungan tajam dan menanjak.
Pemasangan rambu-rambu tersebut juga sempat diusulkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur. Sebab, kawasan Ijen pun masuk dalam kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). “Sudah pernah kami sampaikan kepada Dishub Jatim mengenai penambahan rambu itu," pungkasnya.
Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Solikhul Huda Editor : Radar Digital