Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kawah Wurung Ditutup, Ratusan Masyarakat Kecele

Safitri • Selasa, 18 Mei 2021 | 18:17 WIB
TEGAS: Para petugas sedang memberikan penjelasan kepada wisatawan yang memaksa liburan. Sebelum diminta untuk memutar balik kendaraannya.
TEGAS: Para petugas sedang memberikan penjelasan kepada wisatawan yang memaksa liburan. Sebelum diminta untuk memutar balik kendaraannya.
BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sampai 19 Mei mendatang, seluruh objek wisata di Bondowoso ditutup. Hal itu sesuai SE Bupati Bondowoso tentang Pembatasan Aktivitas Masyarakat Menjelang dan Pasca-Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Namun, ternyata tetap banyak masyarakat yang masih mau berwisata. Walhasil, mereka harus kecele dan balik kanan.

Data dari Bidang Pariwisata Disparpora menyebut, Sabtu dan Minggu ratusan pengendara harus diputar balik oleh polisi pariwisata (polpar) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Disparpora. Seperti di Kawah Wurung, pada Sabtu (15/5) terdapat 120 kendaraan roda dua yang diputar balik. Selain itu, ada 35 kendaraan roda empat yang juga diputar balik. Jumlah tersebut semakin meningkat pada hari berikutnya. Terdapat 202 pengendara roda dua yang diputar balik. Sementara, roda empat berjumlah 48 unit.
Photo
Photo


Sementara itu, untuk destinasi wisata lainnya, Puncak Megasari, ternyata juga ada wisatawan yang masih nekat untuk mengunjungi destinasi tersebut. Dalam hari yang sama terdapat 5 roda empat yang terpaksa putar balik serta 60 roda dua yang juga putar balik.

"Memang banyak pengunjung yang memaksa berwisata. Kami pun melakukan upaya preventif, menghalau dan meminta untuk putar balik," ungkap Arif Setyo Rahardjo, Kabid Pariwisata Disparpora.

Dijelaskannya, petugas yang terdiri atas TRC Disparpora dan polpar melakukan pemantauan dan penyekatan di area kawasan wisata. Titik penyekatan berada puluhan meter sebelum pintu masuk destinasi wisata. Selain itu, petugas juga melaksanakan patroli ke seluruh destinasi wisata setiap hari.

Dikatakannya, berdasarkan informasi yang diterimanya, para wisatawan yang diputar balik adalah wisatawan lokal. Belum ditemukan wisatawan yang berasal dari luar Kabupaten Bondowoso. Apalagi saat ini pos pengamanan larangan mudik masih berlaku.

Sebelumnya, lanjut Arif, informasi penutupan destinasi wisata telah disampaikan secara masif kepada masyarakat. Informasi itu dibagikan di media sosial Disparpora Bondowoso dan media luar ruang atau baliho. Salah satunya di simpang Garduatak yang merupakan jalur masuk ke Kecamatan Ijen. "Artinya, dari sisi administrasi, pencegahan dan sosialisasi sudah kami laksanakan," urainya.

Dijelaskan, objek wisata tutup sampai 19 Mei 2021. Berikutnya, 20 Mei akan dibuka kembali. Pihaknya menyiapkan pengamanan tatkala destinasi wisata kembali dibuka nantinya. Hal itu merupakan langkah antisipasi terjadinya ledakan jumlah pengunjung.

Di sisi lain, kondisi sarana prasarana penunjang protokol kesehatan di tiap destinasi wisata pun sudah dilakukan pengecekan. "Penerapan protokol kesehatan dan batas jumlah okupansi pengunjung bakal dipantau secara ketat. Harus taat. Bila melanggar, akan ada penindakan internal," pungkasnya.

Jurnalis: mg3
Fotografer: Istimewa
Editor: Solikhul Huda Editor : Safitri
#Bondowoso